Surya/

Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Kalah Dalam Gugatan Melawan Pengelola Pasar Turi

Pemerintah Kota Surabaya kalah dalam gugatannya melawan pengelola Pasar Turi, PT Gala Bumi Perkasa, Selasa (21/3/2017) di PN Surabaya.

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya kalah dalam gugatan melawan pengelola Pasar Turi PT Gala Bumi Perkasa (GBP) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (21/3/2017).

Dalam persidangan itu, majelis hakim yang diketuai Mangapul Girsang SH, menyatakan tidak menerima gugatan yang diajukan Pemkot Surabaya terhadap pengelola Pasar Turi.

Sebaliknya. dalam amar putusannya, hakim Mangapul menerima eksepsi (keberatan) yang diajukan PT GBP yang menyatakan bahwa gugatan yang dilayangkan Pemkot Surabaya kurang pihak.

"Menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima," ujar hakim Mangapul

Hakim Mangapul yang didampingi dua hakim anggota, Dwi Winarko SH dan Dedi Fardiman SH berpendapat, Pemkot Surabaya selaku penggugat seharusnya menyertakan PT Lucida Megah Sejahtera dan Centra Asia Investment dalam gugatannya. Karena saat itu PT GBP merupakan perusahaan join operation (JO) dengan kedua perusahaan itu.

Atas putusan yang ada, PT GBP dan Pemkot Surabaya masih belum menyatakan akan mengambil langkah hukum.

Kedua pihak mengaku akan berkoordinasi lebih dulu dengan pimpinan untuk memutuskan apakah akan menempuh upaya hukum banding atau tidak.

Sementara itu, kuasa hukum PT GBP, Liliek Djaliyah SH, putusan hakim Mangapul yang menolak gugatan Pasar Turi sudah memenuhi rasa keadilan.

"Sudah jelas dalam akte yang disertakan dalam perjanjian kerja sama antara Pemkot Surabaya dengan PT GBP semua melibatkan JO dimana tanggung jawab tanggung renteng. Apabila ada gugatan, maka semuanya juga harus digugat. Jika tidak, itu yang namanya kurang pihak," terangnya usai sidang.

Liliek mengatakan, meski saat tanda tangan perjanjian kerja sama hanya dilakukan oleh Pemkot Surabaya dan PT GBP, tapi saat itu PT GBP berstatus sebagai wakil dari dua perusahaan joint operation yaitu PT Lucida Megah dan Centra Asia Investment.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help