Surya/

Berita Sidoarjo

Rugikan Negara Rp 1,5 Miliar, Pabrik Rokok Ilegal di Sidoarjo Digrebek Polisi

Sebuah pabrik rokok rumahan ilegal di Sidoarjo digrebek polisi lantaran diduga telah merugikan negara hingga Rp 1,5 miliar.

Rugikan Negara Rp 1,5 Miliar, Pabrik Rokok Ilegal di Sidoarjo Digrebek Polisi
surabaya.tribunnews.com/Irwan Syairwan
Polisi menunjukkan barang bukti yang mereka sita dari penggrebekan industri rumahan rokok ilegal di Sidoarjo yang diperkirakan telah merugikan negara Rp 1,5 miliar. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo menangkap dua orang pekerja industri rumahan rokok ilegal, Senin (20/3/2017). Kerugian negara dari pabrik rokok ilegal yang beroperasi selama setahun ini diperkirakan telah mencapai Rp 1,5 miliar.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Manang Soebeti, mengatakan pihaknya mendapat laporan masyarakat bahwa di Desa Putat, Tanggulangin, diduga ada pabrik rumahan rokok ilegal.

"Kami tindaklanjuti laporan itu dengan melakukan pengintaian selama beberapa waktu. Ternyata benar dan langshng kami ambil tindakan," kata Manang saat merilis kasus perkara.

Dua pekerja yang ditangkap berinisial ENA (40) dan AM (44).

Manang mengungkapkan, saat anggotanya menggerebek rumah yang dijadikan pabrik rokok ilegal itu, si pemilik berinisial BK (30) langsung melarikan diri.

"Kami kejar, namun tak berhasil kami tangkap," sambungnya.

Kendati demikian, Manang menyatakan terus memburu si pemilik pabrik yang diperkirakan merugikan negara Rp 1,5 miliar ini.

Dari penyidikan terhadap dua pekerja itu diketahui dijual di wilayah Probolinggo dan Kalimantan. Pabrik ini menghasilkan tiga merek rokok yaitu B Mild, Maxx 99, dan Grand Maxx Premium.

"Harganya sangat murah Rp 2.500. Ada juga rokok batangan tanpa merek," paparnya.

Setiap minggu, pabrik ini bisa menghasilkan 10-15 bal rokok. Untuk tiap bal berisi 10 slop di mana satu slopnya berisi 10 pak rokok isi 12 batang.

Manang meminta BK untuk menyerahkan diri karena pihaknya sudah memiliki informasi keberadaan BK.

"Tersangka kami jerat dengan Pasal 50, Pasal 55, dan Pasal 58, UU RI No 39/2007 tentang Cukai, yang ancaman hukumannya lima tahun penjara," ujar Manang.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help