Surya/

Berita Surabaya

Pakde Sambut Baik Keinginan Pusat terkait Penggunaan Komponen Lokal

"Mengapa presiden kita mau penggunaan komponen lokal berkembang? Karena kita juga ingin industri komponen lokal kita ikut berkembang," ujar Luhut.

Pakde Sambut Baik Keinginan Pusat terkait Penggunaan Komponen Lokal
surya/bobby constantine koloway (Bobby)
Gubernur Soekarwo saat mendampingi Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pajaitan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Besarnya komponen luar negeri gunakan banyak pelabuhan di Indonesia diharapkan dapat ditekan oleh Pelindo III sebagai salah satu pengelola pelabuhan.

Hal ini juga disampaikan oleh Luhut pada acara kunjungan ke Terminal Teluk Lamong, Senin (20/3/2017).

"Mengapa presiden kita mau penggunaan komponen lokal berkembang? Karena kita juga ingin industri komponen lokal kita ikut berkembang," ujar Luhut.

"Selama ini perusahaan kita tidak berkembang karena masih import," lanjutnya.

Luhut menjelaskan bahwa utilisasi produk lokal dari industri di Indonesia baru 30-40 persen. Sedangkan sisanya impor. "Padahal, proyek pengembangan kita sebenarnya banyak," ujarnya.

Ia mencontohkan beberapa produk yang seharusnya diproduksi dalam negeri. Misalnya saja penggunaan crane. "Bukan hanya crane namun juga mechanical line lain. Tidak apa-apa kurang-kurang sedikit. Yang terpenting dapat mengembangkan potensi dalam negeri," pungkasnya.

Hal ini disambut baik oleh Gubernur Provinsi Jawa Timur, Soekarwo, yang turut mengutarakan hal senada. "Selama ini komponen impor kita telah mencapai triliunan," ujar prira yang akrab disapa Pakde tersebut.

"Ini perlu menjadi perhatian sekaligus kegembiraan bagi kita semua. Kalau perlu, media perlu membuat ini jadi HL (headline). Pasti banyak yang baca! Ini beneran," selorohnya pria nomor satu di Jatim ini di hadapan wartawan.

Di sisi lain, Direktur Pelindo 3, Orias Petrus Moedak, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kerjasama dengan beberapa pihak terkait untuk pengembagan produk dalam negeri tersebut.

"Selama ini penggunaan produk impor memang seperti dianjurkan. Namun, dengan adanya ketentuan ini, kami sekarang mempunyai kebebasan untuk menggunakan produk dalam negeri," pungkas Orias.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help