Surya/

Berita Gresik

Luhut Panjaitan Dorong Industri Kurangi Ketergantungan Terhadap Bahan Impor

Saat berkunjung ke Gresik, Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan meminta industri kurangi penggunaan bahan baku impor.

Luhut Panjaitan Dorong Industri Kurangi Ketergantungan Terhadap Bahan Impor
surabaya.tribunnews.com/Mohammad Romadoni
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat meninjau Pabrik Indal Steel Pipe di Jalan Raya Manyar KM 25 Kawasan Industri Maspion Gresik, Senin (20/3/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan meminta pelaku industri di Kabupaten Gresik dan di wilayah Jawa Timur lainnya agar dapat menekan dan mengurangi impor bahan baku dari luar negeri.

Menurut Luhut, nilai impor untuk bahan baku industri di seluruh Jawa Timur sekarang ini mencapai angka yang cukup fantastis yakni sebesar Rp 25 triliun.

"Kita ingin bahan baku yang bisa dibuat di dalam negeri dan bisa dinikmati oleh industri-industri lainnya. Jadi kalau bisa tidak perlu impor-impor lagi," terang Luhut Binsar Panjaitan di sela-sela kunjungannya di Pabrik Indal Steel Pipe di Jalan Raya Manyar KM 25 Kawasan Industri Maspion Gresik, Senin (20/3/2017).

Dia menjelaskan, sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) pihaknya mendorong perusahaan-perusahaan yang sebagian besar pasokan bahan bakunya masih menggantungkan dari luar negeri supaya bisa menguranginya.

"Kalau bisa memakai bahan baku di dalam negeri mengapa harus impor. Inilah yang jadi perhatian pemerintah agar nantinya tidak tergantung ke produk impor," ungkapnya.

Kata Luhut, saat ini pihaknya sangat mendukung penuh proyek-proyek yang strategis misalnya industri-industri yang ada di Jawa Timur. Buktinya, pemerintah juga memperhatikan fasilitas dan infastruktur pelabuhan-pelabuhan bongkar muat yang ada di laut Jawa agar dapat beroperasi secara optimal.

"Saat ini pemerintah dalam upaya membersihkan praktek monopoli yang sering kali terjadi di pelabuhan bongkar muat," ujarnya.

Terbaru, pemerintah telah menangani kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di pelabuhan Samarinda. Dari penangkapan itu setidaknya telah menyita barang bukti uang tunai senilai kurang lebih Rp 6 miliar.

"Kami fokus untuk membebaskan pelabuhan bongkar muat dari praktek pungutan liar (Pungli). Kita ingin produktivitas dan efesiensi di pelabuhan bongkar muat dapat berjalan secara maksimal," imbuhnya.

Ditambahkannya, peninjauan yang dilakukannya ini merupakan rangkaian tindak lanjut saat kemarin lalu bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo memaparkan kepada presiden terkait sejumlah proyek-proyek strategis yang ada di Jawa Timur.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help