Surya/

Berita Gresik

Libatkan Anjing Pelacak, Polisi Cari Bom di Rumah Ketua DPD PAN Gresik, ternyata ini Hasilnya

Selain itu, empat personel tim Lapfor Polda Jatim turut membantu dalam proses olah TKP.

Libatkan Anjing Pelacak, Polisi Cari Bom di Rumah Ketua DPD PAN Gresik, ternyata ini Hasilnya
surya/mohammad Romadoni
Personel K9 Polda Jatim, Aipda I Made Puspa saat berada di lokasi kejadian, Senin (20/3/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK -  Polisi dari Labfor dan K9 (Anjing Pelacak) Polda Jatim bersama Polres Gresik melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kediaman Khamsun, ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PAN Gresik.

Sebelumnya, orang tak dikenal melemparkan sebuah bom molotov di atap teras rumah korban, Senin dini hari (20/3/2017).

Sebanyak lima personel K9 Polda Jatim dengan membawa satu anjing pelacak bom dan satu anjing pelacak umum mengitari seluruh rumah korban untuk mencari barang bukti.

Selain itu, empat personel tim Labfor Polda Jatim turut membantu dalam proses olah TKP.

Selama satu jam melakukan olah TKP, polisi tidak menemukan bahan peledak.

Pihaknya hanya menemukan sebuah tas ransel yang berisi botol kaca yang diduga sebagai bom molotov tersebut.

Sebagian barang bukti itu dibawa oleh tim Labfor untuk diselidiki.

Dari pantauan di lapangan masih tercium bau bensin yang ditengarai hasil dari pembakaran bom molotov itu.

Kapolres Gresik Ajun Komisasris Besar Polisi (AKBP) Boro Windu Danandito menegaskan pihaknya akan serius menangani kasus ini.

"Sudah dilakukan olah TKP oleh Tim dari Polda Jatim. Nantinya, akan dipakai untuk keperluan penyelidikan," terang AKBP Boro Windu Danandito.

Sampai saat ini polisi masih memburu pelaku yang diduga lebih dari satu orang ini.

Saat ditemui di rumahnya Khamsun mengaku meminta polisi untuk segera menangkap para pelaku.

"Semoga pelakunya dapat segera ditangkap. Sebab, nyawa keluarga Saya terancam dengan teror ini," ungkapnya.

Baca: Rumah Ketua DPD PAN Gresik Dilempari Bom Molotov, Akibatnya. . .

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help