Berita Surabaya

Kebijakan Saldo Tabungan Rp 25 Juta untuk Pemohon Paspor Dibatalkan

Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham RI akhirnya membatalkan ketentuan syarat tabungan minimal Rp 25 juta untuk pemohon paspor. Ini alasannya...

Kebijakan Saldo Tabungan Rp 25 Juta untuk Pemohon Paspor Dibatalkan
surabaya.tribunnews.com/Nuraini Faiq
Petugas kantor Imigrasi Kelas I Surabaya saat melayani pengurusan paspor, Senin (20/3/2017) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah menuai respons negatif dari banyak kalangan, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) akhirnya membatalkan ketentuan syarat tabungan minimal Rp 25 juta bagi pemohon paspor yang hendak plesir ke luar negeri. 

"Mulai saat ini, petugas tak lagi menanyakan saldo tabungan WNI yang mau ke luar negeri," kata Kabid Informasi dan Sarana Komunikasi (insarkom) Keimigrasan Kantor Imigrasi Kelas 1 Surabaya, Nanang Mustofa, Senin (20/3/2017).

Sebelumnya, kebijakan mengenai saldo Rp 25 juta bagi pemohon paspor dituangkan dalam surat edaran nomor IMI-02177.GR.02.06 tahun 2017 tentang pencegahan Tenaga Kerja Indonesia non-prosedural.

Seperti dilansir dari Tribunnews.com, Ditjen Imigrasi, Agung Sampurno mengatakan kebijakan tersebut awalnya dikeluarkan untuk melindungi Warga Negara Indonesia (WNI).

Kebijakan tersebut dipicu banyaknya WNI yang memanfaatkan kemudahan membuat paspor untuk bekerja di luar negeri tanpa melalui prosedur yang patut. Sementara, banyak dari mereka yang akhirnya menjadi korban kejahatan.

Selain mewajibkan uang Rp 25 juta, kebijakan baru tersebut juga mewajibkan pemeriksaan mendalam terhadap pemohon paspor baru.

Menurut Agung Sampurno, walaupun kebijakan saldo minimal dihapuskan, tapi proses pembuatan paspor tetap diperketat.

"Proses profiling harus lebih dalam, gesture lebih dalam, database harus lebih dalam," ujarnya.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help