Berita Sidoarjo

Proyek Pasar Kepuhkiriman Waru Mangkrak, Pemkab Blacklist Pengembang

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memasukkan pengembang pasar Kepuhkiriman di Waru ke dalam daftar hitam. Alasannya, proyek yang mereka kerjakan mangkrak.

Proyek Pasar Kepuhkiriman Waru Mangkrak, Pemkab Blacklist Pengembang
Surabaya.tribunnews.com/Irwan Syairwan
Pasar Kepuhkiriman di Waru, Sidoarjo yang mangkrak. Karena proyeknya tak kunjung diselesaikan itulah, Pemkab akhirnya memasukkan pengembang PT PAS ke dalam daftar hitam (blacklist). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Pemkab Sidoarjo memberikan catatan hitam (blacklist) kepada manajemen PT Pintu Abadi Sejahtera (PAS). Hal ini lantaran tidak selesainya pembangunan Pasar Kepuhkiriman (PK) Waru yang terbengkalai selama enam tahun.

Kabid Pasar Rakyat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo, Nawari, mengatakan manajemen PT PAS dianggap tidak profesional mengerjakan proyek tersebut.

"Secara pribadi kami anggap manajemen perusahaan itu tidak profesional. Kami sudah mengirimkan edaran kepada SKPD lain agar tidak lagi melakukan kerjasama dengan beberapa orang dari PT PAS," kata Nawari, Minggu (19/3/2017).

Nawari menuturkan pasar yang sedianya menjadi pusat perdagangan emas dan juga pasar tradisional semimodern ini terbengkalai akibat adanya konflik internal PT PAS.

Pihaknya masih memberi toleransi tidak menuntut klausal hukum dari kerjasama yang ditandatangani 2011 silam.

Nawari menerangkan pihaknya meminta pembubaran direksi lama, yang akhirnya dituruti pihak perusahaan.

"Jadi yang kami blacklist itu orang-orang dari manajemen lama. Kalau perusahaannya sendiri tidak, karena selain mengikuti permintaan kami, juga karena ada itikad baik untuk menyelesaikan pembangunan pasar tersebut," sambungnya.

Pemkab memutuskan untuk melakukan kerjasama dengan PT PAS untuk membangun pasar tersebut. Selama 25 tahun setelah pasar beroperasi, pemkab dan PT PAS akan membagi dua keuntungan yang diperoleh.

"Kami menyediakan lahan, sementara pembangunan dilakukan sepenuhnya oleh perusahaan. Setelah 25 tahun, semuanya akan menjadi aset pemkab," paparnya.

Nawawi mengaku selama enam tahun mangkrak, pemkab kehilangan pemasukan dari retribusi pasar tersebut. Namun, atas itikad PT PAS mengganti manajemen, pihaknya ingin pembangunan pasar tersebut segera dilakukan kembali.

Halaman
12
Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help