Citizen Reporter

Menjadi Saksi Kelindan Kesenian dan Literasi di Rumah Baca Onderan Tulungagung

tak sekadar membaca, pengunjung juga dipersilakan menyimak kesenian yang ditampilkan tanpa sela sinyal wi-fi sama sekali ...

Menjadi Saksi Kelindan Kesenian dan Literasi di Rumah Baca Onderan Tulungagung
px
ilustrasi 

Reportase Riana Atik Yustiana
Pegiat literasi/Alumnus Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

KEKAYAAN alam Tulungagung belum didukung dengan gairah literasi warganya, kendati banyak pelaku seni yang lahir dan besar di kabupaten ini. Sumbangan ide mereka untuk mengenalkan literasi dalam sebuah ruang apresiasi kesenian, patut disyukuri.

Bila umumnya literasi hanya disampaikan dalam kursi-kursi diskusi yang formal, kini dipadukan dengan nuansa seni yang lebih bebas dan informal seperti di rumah baca Onderan, terasa sungguh gregetnya.

Rumah baca yang terletak di Kecamatan Kalidawir ini mempertemukan gaya literasi dengan nuansa kesenian yang kental. Onderan sendiri berasal dari bahasa Belanda yang memiliki makna wilayah atau distrik.

Rumah jadul yang dulunya pernah digunakan sebagai ruang pertemuan para pemimpin desa pada jaman penjajahan Belanda se-wilayah Kalidawir ini kini dipoles menjadi tempat membaca sekaligus sebagai tempat apreasiasi kesenian.

Dilengkapi panggung kecil untuk pertunjukan seni dan koleksi buku-buku yang beragam menjadikan rumah baca ini berbeda dari rumah baca maupun tempat kesenian lainnya.

Pandu, Koordinator Rumah Baca Onderan, mengatakan, siapa saja bisa datang untuk mengobrol, membaca dan meminjam buku hingga menampilkan kesenian, rumah tersebut sangat terbuka lebar.

“Memang sengaja tidak diberi akses internet atau wi-fi seperti di tempat lain dengan tujuan agar siapa saja yang datang bisa berbincang satu sama lain, terlebih agar tujuan menumbuhkan kesadaran membaca terwujud dan saat digelar pertunjukan penonton akan hikmat menyimaknya,” imbuh Pandu.

Rumah baca yang dibuka Sabtu (11/3/2017) petang itu, mengundang pelajar SMA dan sederajat untuk menyaksikan pemutaran film dokumenter tragedi 11 Maret. Pada malam harinya, diramaikan dengan pementasan tarian adat, pembacaan puisi, penampilan reog dhodog khas Tulungagung dan alunan musik-musik lawas yang mengundang decak kagum.

Dengan mempertemukan literasi dan seni, rumah baca Onderan menjadi ruang positif untuk memperkaya wawasan dan melestarikan kesenian warga Tulungagung.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help