Surya/
Grahadi

Pemprov Jatim

Kasus AIDS Terungkap Berkat Fasilitas Kesehatan Jatim Semakin Lengkap

Jumlah layanan HIV di seluruh Jatim sebanyak 729 faskes, baik di puskesmas maupun rumah sakit.

Kasus AIDS Terungkap Berkat Fasilitas Kesehatan Jatim Semakin Lengkap
surya/mujib anwar
ARSIP - Wakil Gubernur Saifullah Yusuf saat menuliskan pesan bahayanya penyakit HIV/AIDS, saat peringatan hari AIDS sedunia tingkat provinsi, Minggu (13/12/2015), di gedung Balai Pemuda, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terungkapnya penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) baru di Pamekasan oleh media menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan (faskes) di Jawa Timur semakin lengkap.

Kelengkapan faskes ini sebagai salah satu upaya jajaran kesehatan di Jatim meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan di provinsi ini.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Drs Benny Sampir Wanto MSi, Sabtu (18/3/2017), menjawab wartawan mengenai temuan penderita baru AIDS di Pamekasan setelah penderita melakukan pengecekan kesehatan di salah satu Puskesmas, yang selanjutnya dirujuk di RSUD dr Slamet Martodirjo Pamekasan.

Saat ini, jelas Benny, jumlah layanan HIV di seluruh Jatim sebanyak 729 faskes, baik di puskesmas maupun rumah sakit. Selain faskes, keberhasilan peningkatan temuan penderita baru juga karena dukungan petugas kesehatan, kader, dan LSM yang aktif dalam menjangkau orang-orang yang dicurigai terinfeksi HIV.

Ditambahkan, sampai Desember 2016, di Jatim tercatat 39.034 pengidap HIV, dengan penderita AIDS sebanyak 17.314 atau 44% dari kasus HIV. Kasus HIV dan AIDS ditemukan di semua kabupaten/kota.

Dari jumlah itu, kelompok usia penderita HIV/AIDS terbanyak adalah pada usia produktif yakni usia 15 sampai 24 tahun, dengan komposisi laki-laki 56% dan wanita 44%.

Tiga urutan kabupaten/kota di Jatim dengan penemuan kasus baru HIV terbanyak di tahun 2016 adalah Kota Surabaya sebanyak 954 pengidap, Kabupaten Jember 639, dan Tulungagung 410 pengidap.

Sementara itu, untuk Pamekasan jumlah kasus HIV pada 2016 sebanyak 3 orang. Jika diakumulasi sejak 2012, maka terdapat 22 kasus HIV di Pamekasan.

Dalam lima tahun terakhir, lanjutnya, terjadi peningkatan temuan kasus HIV sekitar 2 - 3% di Jatim. “Jumlah estimasi kasus HIV di Jatim diperkirakan sebanyak 57.321 kasus," ujarnya.

Tidak Semakin Menyebar
Benny mengatakan, dengan diketahuinya penyakit secara dini, berarti sekaligus mengurangi penyebaran virus. "Selain itu, dengan pengobatan yang tepat, penyakit dapat terkontrol sehingga pengidap tetap produktif," jelasnya.

Pemprov Jatim, lanjutnya, telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah peningkatan HIV. Di antaranya, sosialisasi program penanggulangan HiV AIDS pada beragam kelompok masyarakat terkait pengamanan darah, deteksi dini pada kelompok rentan, penggunaan alat pelindung, dan pencegahan penularan dari ibu ke anak.

“Pemprov juga memberikan fasilitasi inisiasi layanan HIV, melakukan bimbingan teknis, dan supervisi kepada kabupaten/kota dalam rangka menjaga mutu program," jelasnya. Selain itu, juga pengembangan layanan komprehensif, advokasi pada para stakeholder dan destigmanisasi bagi pengidap.

HIV adalah virus yg menurunkan kekebalan tubuh pada manusia, bila masuk atau menginfeksi manusia butuh waktu antara 2 sampai 10 tahun mulai muncul gejala. Bila sudah muncul gejala maka disebut AIDS. (hms)

Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help