Berita Surabaya

Besok, Angkot di Surabaya Tetap Beroperasi, sebagai Gantinya Perwakilan akan Lakukan ini

"Kami tidak jadi turun jalan dan menggelar aksi pada Senin (20/3/2017) siang. Teman-teman tetap bekerja seperti biasa," sebut Subekti.

Besok, Angkot di Surabaya Tetap Beroperasi, sebagai Gantinya Perwakilan akan Lakukan ini
surya/habibur rohman
Para sopir angkot memarkir kendaraannya di Jalan Gubernur Suryo untuk memprotes kebijakan pemerintah kota terkait angkutan kota, Selasa (12/5/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kekhawatiran warga Surabaya akan kesulitan tranporasi pakai angkutan kota (Angkot) atau Lyn pada Senin (20/3/2017), akhirnya mendapat jawaban.

Angkot atau Lyn tetap beroprasis melayani masyarakat seperti hari biasa.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) Surabaya, M Subekti mematikan, Angkot atau Lyn yang berada di Surabaya tetap bekerka memberi pelayanan kepada masyarakat.

"Kami tidak jadi turun jalan dan menggelar aksi pada Senin (20/3/2017) siang. Teman-teman tetap bekerja seperti biasa," sebut Subekti menjawab Surya.co.id, Minggu (19/3/2017).

Pekerja transportasi Angkot atau Lyn, kata Subekti, tidak mau citranya tambah jelek di mata warga Surabaya dengan menggelar unjuk rasa atau mokok. Jika mogok, maka masyarakat akan menganggap pekerja Angkot atau Lyn membuat susah warga.

"Awalnya memang mau demo, tapi setelah melakukan rapat koordinasi dengan kepolisian, para pengurus dan anggota akhirnya tidak jadi," tutur Subekti.

Sebagai gantinya, para pekerja ransport akan bertemu dengan Gubernur Jatim Soekarwo di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (20/3/2017) malam.

FSPTI sendiri mengirimkan 100 perwakilan untuk bertemu dengan Soekarwo.

"Nanti akan naik Angkot, jumlahnya 10 sampai 15 armada menuju Grahadi. Kami akan meminta pengawalan dari kepolisian. Agendanya bertemu gubernur dan menyampaikan berbagai permasalahan terkait angkutan, terutama kehadiran taksi aplikasi online," ucap Subekti.

Menurut Subekti, regulasi trayek transportasi berbasis aplikasi online masih kabur. Berbeda dengan angkutan konvensional sudah diatur pemerintah. Keberadaan angkita berbasis aplikasi online di Surabaya harus dibatasi.

"Ini yang nanti akan kami sampaikan ke Pak Gubernur (Soekarwo). Di lapangan banyak ditemukan angkutan online tidak memakai aplikasi, sehingga tidak jauh dengan angkutan konvensional. Seenaknya mereka mengambil penumpang tampa ada ketentuan trayek," cetus Subekti.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Mohammad Iqbal secara terpisah mengaku, pihkanya akan memberi pengawalan dan pengamanan bagi pekerja taransportasi mulai berangkat, saat di Grahadi sampai pulang.

Iqbal menuturkan, ada sekitar 300 perwakilan pekerja transportasi yang bakal bertemu Gubernur Jatim. Selain dari FSPTI Surabaya, perwakilan juga datang dari Kominitas Angutan Kota Surabaya (KKS).

"Kami akan kawal teman-teman asosiasi dan organisasi pekerja angkutan. Warga Surabaya juga tidak perlu khawatir, karena memang tidak ada demo Angkot atau Lyn," tutur Iqbal.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help