Berita Magetan

Puluhan Siswa SD di Magetan Keracunan Buah Melon

Sejumlah siswa SD di Magetan diduga mengalami keracunan buah melon yang dibeli dari pedagang keliling di depan sekolah.

Puluhan Siswa SD di Magetan Keracunan Buah Melon
surya/Iksan Fauzi
ILUSTRASI PASIEN 

SURYA.co.id | MAGETAN - Sejumlah siswa SDN Kawedanan, Kabupaten Magetan dilarikan ke Puskesmas diduga mengalami keracunan buah melon yang dibeli dari pedagang keliling di depan sekolah.

Yang memprihatinkan, Polisi Sektor (Polsek) Kawedanan belum mengetahui adanya kasus keracunan massal yang menimpa siswa siswi sekolah dasar setempat, akibat makan buah melon yang dijual pedagang keliling itu.

"Kami sekarang juga masih cari datanya. Belum ada laporan," kata Kapolsek Kawedanan AKP Agus Santoso kepada SURYA.co.id, Sabtu (18/3-2017).

Ketika ditanyakan SDN Kawedanan berapa yang siswa siswinya terkena musibah keracunan, akibat mengkonsumsi buah melon yang dijual pedagang keliling itu. Kapolsek kembali menjawab masih mencari data.

"Ya Mas, kami masih cari datanya. Terimakasih,"kata mantan Kasubbag Humas Polres Magetan ini.

Sementara informasi yang diperoleh Surya dari sejumlah tenaga medis di Puskesmas Kawedanan, yang lokasinya hanya berjarak beberapa meter dari Polsek Kawedanan itu membenarkan kejadian itu.

Bahkan dari sepuluh siswa siswi yang mengalami keracunan, ada enam anak yang harus menjalani rawat inap di Unit Gawat Darurat Puskesmas Kawedanan. Sedang korban lainnya dirawat di sekolah.

"Yang dibawa ke Puskesmas sini (Kawedanan) hanya enam anak. Lainnya informasinya dirawat disekolah,"kata Defvy salah seorang perawat yang ditemui Surya diruang UGD Puskesmas setempat, Sabtu (18/3-2017).

Dikatakan Defvy, sesuai keterangan korban dan guru di SDN Kawedanan, Magetan, siswa siswi yang keracunan itu akibat memakan buah melon yang dibeli dari pedagang yang mangkal didepan SDN Kawedanan setempat.

"Katanya makan buah melon setelah itu secara bersamaan terjadi muntah muntah. Enam siswa siswi SDN Kawedanan itu sempat dirawat di Puskesmas,"ujarnya.

Anehnya juga, perawat dan karyawan Puskesmas yang ditanya siswa siswi yang mengalami keracunan massal itu dari SDN Kawedanan berapa. 

Mereka seperti menutupi, hal yang sama ketika itu ditanyakan ke Kapolsek Kawedanan.

"Waduhhh, SDN Kawedanan berapa ya, soalnya saya tidak tanya. Tahu saya dari SDN Kawedanan, begitu saja,"kata perawat itu sambil buru buru pergi.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help