Surya/

Berita Gresik

Pemkab Gresik Tunggu MoU dari Unair Terkait Merger Akper Gresik

Apakah aset bangunan Akper milik Pemkab Gresik akan dipinjam pakaikan ke pihak Unair?

Pemkab Gresik Tunggu MoU dari Unair Terkait Merger Akper Gresik
mohammad romadoni
Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Mohammad Qosim bersama tim dari Unair saat menggelar kunjungan ke Kantor Pemkab Gresik kemarin silam. 

SURYA.co.id | GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik berharap progres penggabungan (Merger) antara Akademi Keperawatan (Akper) Gresik ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Universitas Airlangga Surabaya (Unair) dapat secepatnya terealisasikan.

Sejauh ini pihak Pemkab Gresik telah menyerahkan penuh penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) ke pihak Unair

Namun faktanya sampai saat ini pihak Pemkab Gresik masih menunggu Memorandum of Understanding (MoU) dari pihak Unair terkait nota kesepahaman dalam hal kepengurusan Akademi Keperawatan (Akper) Gresik.

Kepala bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemkab Gresik, Suyono menjelaskan sebelumnya kedua belah pihak sudah bertemu dan sepakat tentang merger Akper Gresik yang diambil alih oleh Unair.

"Perintah dari Bapak Bupati Sambari Halim Radianto terkait merger Akper agar segera ditindaklanjuti. Nantinya, untuk instansi yang ikut berperan seperti dari Dinas Kesehatan Gresik diminta untuk membantu agar proses penyusunan MoU bisa cepat diselesaikan," terang Suyono kepada SURYA.co.id, Sabtu (18/3/2017).

Menurut dia, dalam penggabungan ini secara otomatis Akademi Keperawatan (Akper) Gresik akan berganti nama menjadi Fakultas Keperawatan Diploma III (D3) Unair Surabaya yang bertempat di Gresik.

"Hingga saat ini untuk progres lebih lanjut masih dalam tahap proses persiapan perancangan nota kesepahaman dengan pihak Unair," ungkap Suyono.

Saat disinggung soal aset Akademi Keperawatan (Akper), pihaknya mengaku untuk bangunan Akper masih tetap menjadi hak milik Pemkab Gresik.

"Untuk diketahui ini merupakan bentuk kerjasama. Nah, untuk materi dan pendidikannya dimiliki Unair. Kalau bangunan ya tetap punya Pemkab," bebernya.

Apakah aset bangunan Akper milik Pemkab Gresik akan dipinjam pakaikan ke pihak Unair? Kalau persoalan itu masih dalam rana kajian yang nantinya akan masuk ke dalam poin nota kesepahamanan antara kedua belah pihak.

"Terkait hal tersebut Kami belum dapat memastikan. Sebab, sampai saat ini masih dalam konteks pembahasan dalam penyusunan nota kesepahaman," pungkasnya.

Suyono menambahkan adanya merger ini merupakan wujud nyata dari Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto yang begitu antusias terhadap perkembangan dan kemajuan pada bidang pendidikan di Kota Pudak ini.

"Agar nantinya Kota Gresik tidak hanya hanya maju dalam bidang industri saja. Melainkan bidang pendidikan juga bisa maju seiring perkembangan dan tuntutan zaman," imbuhnya.

Perlu diketahui, sebelumnya tim dari Unair yang terdiri dari tujuh orang bersama Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Mohammad Qosim mengkroscek ke lapangan untuk melihat kondisi gedung Akper Gresik kemarin silam. Menurutnya, bagi pihak Unair kunjungan ini sangat diperlukan supaya dapat memastikan apa saja yang perlu dibenahin. Hal ini juga dipakai untuk meningkatkan akreditasi Akper Gresik sesuai standart Unair.

“Tidak hanya itu nantinya juga ada penambahan sejumlah fasilitas dari pihak Unair. Disisi lain, akan ada peningkatan kompetensi tenaga pengajar (Dosen) yang selama ini mengajar di Akper Gresik. Ini diperlukan untuk menunjang akreditasi Akper Gresik yang sebelumnya terakreditasi B menjadi akreditasi A,” tandasnya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help