Surya/

Berita Gresik

PT Smelting Kembali Beroperasi Setelah 47 Hari Vakum

PT Smelting di Gresik kembali beroperasi setelah 47 hari vakum. Begini penjelasan manajemen perusahaan.

PT Smelting Kembali Beroperasi Setelah 47 Hari Vakum
surabaya.tribunnews.com/Mohammad Romadoni
PT Smelting di Gresik kembali beroperasi setelah 47 hari vakum. 

SURYA.co.id | GRESIK - Kisruh yang terjadi di PT Smelting, di Desa Romoo, Kecamatan Manyar, Gresik berakhir sudah.

Perusahaan Mitsubishi Materials Corp asal Tokyo Jepang yang memegang 60 persen saham PT Smelting, telah mengoperasikan kembali smelter.

Presiden Direktur PT Smelting, Hiroshi Kondo mengungkapkan sangat mengapresiasi Pemerintahan Kota Gresik dan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang turut membantu kelancaran operasional perusahaan ini.

"Saya juga ingin memohon maaf karena smelter pengolah tembaga ini sempat berhenti beroperasi selama satu bulan lebih. Sungguh peristiwa itu sangat tidak kami harapkan. Sebab, Kami tahu bahwa terhentinya produksi tersebut ikut mempengaruhi kinerjad ekonomi dan neraca perdagangan Jawa Timur," terang Hiroshi Kondo di sela-sela acara syukuran PT Smelting, Jumat (17/3/2017).

Sebelumnya, terhitung selama 47 hari atau tepatnya sejak 19 Januari 2017 silam, PT Smelting tak beroperasi karena adanya aksi mogok karyawan.

Tentunya, kembali beroperasinya smelter ini akan menguntungkan perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan Inc, yang menggantungkan pengolahan bahan baku konsentrat tembaga sebesar 40 persen pada PT Smelting tersebut.

"Sehingga perusahaan kami telah mengolah bahan baku alam yang diambil dari bumi Indonesia. Ini artinya, keberadaan pabrik ini telah memberi nilai lebih bagi sumberdaya alam yang begitu kaya di negeri ini," ungkapnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help