Ekonomi dan Bisnis

Pemprov Jatim Dorong Produksi PT Smelting Sampai 3 Juta Ton Pertahun, Mungkin?

Wakil Gubernur Jatim, Gus Ipul berharap PT Smelting bisa meningkatkan produksinya hingga 3 juta ton pertahun. Apakah mungkin? Ini jawaban PT Smelting.

Pemprov Jatim Dorong Produksi PT Smelting Sampai 3 Juta Ton Pertahun, Mungkin?
surabaya.tribunnews.com/Mohammad Romadoni
Gus Ipul (tengah) saat bertemu dengan Presiden Direktur PT Smelting, Hiroshi Kondo (kanan) dan Plant Manager PT Smelting, Antonius Prayoga (kiri) di PT Smelting, Gresik, Jumat (17/3/2017) 

SURYA.co.id | GRESIK -  Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, mengatakan pihaknya mendukung 100 persen kembali beroperasinya Smelter tembaga di PT Smelting, Gresik. 

Bahkan, Wagub yang akrab disapa Gus Ipul itu berharap agar PT Smelting dapat meningkatkan kapasitas produksi, dari rata-rata 250.000 hingga 300.000 ton pertahun, menjadi 1 juta ton pertahun.

Bahkan pihaknya mendorong PT Smelting agar mampu meningkatkan produksinya sampai tiga kali lipat menjadi 3.000.000 pertahun.

“Nanti bisa tambah dua mesin lagi supaya bisa mencapai angka produksi sampai 3.000.000 ton pertahun. Sebab, kalau semua bisa diproduksi disini termasuk turunannya, maka tidak perlu mengekspor bahan baku lagi. Jadi bahan bakunya cukup digunakan di dalam negeri saja, seperti untuk keperluan pembuatan pupuk dan keperluannya lainnya,” terang Gus Ipul usai menghadiri acara syukuran PT Smelting, Jumat (17/3/2017).

Gus Ipul berharap ada industri turunan agar nantinya dapat menambah nilai ekonomis yang lebih tinggi. Dia mencontohkan, hasil produksi kabel tembaga baru 40 persen yang mampu diserap di dalam negeri. Sementara sisanya yang 60 persen diekspor ke luar negeri, salah satunya Jepang.

“Kalau bisa pabriknya menjadi satu ada disini. Yang artinya tidak perlu mengekspor bahan baku ini ke luar negeri lagi,” ungkapnya.

Di sisi lain, lanjut Gus Ipul, adanya PT Smelting ini juga mampu menarik investor lain yang bisa memproduksi industri turunan.

“Sehingga semua hasil produksi tembaga yang dihasilkan tidak perlu diekspor dan bisa memenuhi kebutuhan domestik serta memberikan nilai tambah yang lebih besar lagi bagi perekonomian Jawa Timur,” ucapnya.

Tergantung Pemerintah dan Freeport

Kendati demikian, ini semuanya juga tergantung dari pembicaraan pemerintah dengan Freeport yang diharapkan bisa berjalan mulus dan menghasilkan solusi yang sama-sama baik untuk kedua belah pihak.  Dengan begitu, diharapkan nantinya pasokan konsentrat tembaga dari perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan Inc, tersebut bisa bertambah lebih besar lagi.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help