Surya/

Citizen Reporter

Ketika Anak-anak Merawat Warisan Dolanan Tradisional Indonesia

ketika anak-anak merawat warisan dolanan tradisional Indonesia, lihatlah yang terjadi .. kegembiraan, penanaman karakter, kerjasama, mereka pelajari

Ketika Anak-anak Merawat Warisan Dolanan Tradisional Indonesia
mahmud mushoffa/citizen reporter
Dolanan tradisional balap karung 

Reportase Mahmud Mushoffa
Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

MINGGU (12/3/2017) lalu UMengajar melaksanakan pembelajaran tembang dolanan dan permainan tradisional di SDN Duwet 2 dan SDN Tangkilsari, Malang, dalam rangka membudayakan permainan dan tembang dolanan yang mulai ditinggalkan anak-anak era digital.

“Saya merasa senang sekali ketika budaya Jawa terutama tembang dolanan yang kaya nilai filosofi dan permainan tradisional bisa kami bagikan dan budayakan di dunia anak-anak,” ungkap Ratna, Ketua Umum UMengajar.

Kegiatan ini baru dicanangkan pada kepengurusan periode 2017/2018. Langkah awal ini diharapkan menjadi lebih baik lagi ke depan dengan evaluasi  pelaksanaan aksi ini.

Menariknya lagi, banyak anak-anak yang bersemangat dan bergembira menyambut permainan ini karena selain untuk mengusir kepenatan rutinitas harian dengan belajar, mereka juga bergembira ketika bisa bersama-sama bermain.

Kebersamaan inilah yang secara tak langsung membangun karakter gotong royong pada anak.  Selain itu, tembang dolanan yang diajarkan sebelum permainan tradisional serta nilai filosofi sehari-hari juga membangun karakter anak yang berbudaya dan paham akan kekayaan bangsanya.

Tembang dolanan yang diajarkan pada kegiatan ini yaitu Sluku-sluku Bathok, Lir-ilir, Padhang Bulan, Jaranan, Menthok-menthok, Gundul-gundul Pacul, Cublak-cublak Suweng, Dhondhong Opo Salak.

Sementara itu, permainan tradisional dibagi menjadi dua, yaitu permainan tanpa alat dan dengan alat. Permainan tradisional tanpa alat di antaranya bentengan, gobak sodor, petak umpet, ular naga, ABC 5 dasar, kucing dan tikus, permainan hantu buta, dolip-dolipan, kotak pos, tuan dosen, dan domikado.

Permainan tradisional dengan alat yaitu congklak, kelereng, gasing, balap karung, bola bekel, boi-boian, lompat karet, engklek, dan egrang bathok.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help