Surya/

Citizen Reporter

Barongko Tamu Manis dari Tanah Bugis

tak ada yang bakal menampik saat disodorkan barongko, kue pisang khas Tanah Bugis yang menjadi favorit di Nunukan, Kalimantan Utara ini ... hmmm...

Barongko Tamu Manis dari Tanah Bugis
dini rosita sari/citizen reporter
Sebungkus barongko 

Reportase Dini Rosita Sari
Ibu rumah tangga/pengajar bahasa Inggris di The Kiddies Nunukan/pendiri The Smart Mums/anggota Relawan Nunukan

GURIH, manis dan lezat adalah sensasi pertama yang menari di lidah ketika mencicipi kue tradisional khas Bugis yang satu ini. Barongko, salah satu idola wisata kuliner di Nunukan, Kalimantan Utara. 

Meski berasal dari Sulawesi Selatan, barongko ini mudah ditemukan di Nunukan, terutama di pasar-pasar tradisional atau penjual kue rumahan. 

Hal ini wajar mengingat selain Jawa, Dayak dan Timor, hampir sebagian besar penduduk Nunukan berasal dari suku Bugis. Tak heran, mencari makanan tradisional khas Sulawesi bukan tantangan.

Barongko sendiri terbuat dari bahan utama pisang kepok yang tumbuh subur di Nunukan. Pisang tersebut dihaluskan dengan blender, kemudian ditambahkan bahan-bahan lain, seperti telur, gula, garam, dan susu atau santan.

Setelah adonan tercampur rata, diambil sedikit demi sedikit untuk dibungkus dengan daun pisang. Proses terakhir adalah mengukus bungkusan adonan pisang selama kurang lebih 30 menit dan kemudian mendinginkannya sebelum dimakan.

Barongko banyak disukai karena selain rasanya yang lezat dan manis, teksturnya pun begitu lembut di lidah pecinta kue. Terlebih lagi jika memakannya setelah semalaman disimpan di dalam lemari es. Kue khas Bugis yang satu ini akan terasa begitu eksotis.

Biaya yang dibutuhkan untuk membuat kue berbalut daun pisang itu juga tergolong sangat murah. Oleh karena itu harga jualnya pun bisa dikatakan tidak mahal. Di pasar, sudah dapat menikmati sebungkus barongko dengan hanya Rp 2.500 saja.

Selain dapat ditemukan di penjual kue, barongko juga biasa disajikan dalam perhelatan acara keluarga seperti pernikahan, khitanan atau akikah. Kue tradisional ini memang menjadi salah satu menu utama di setiap perayaan hari istimewa khas Bugis.

Jika suatu hari berkesempatan mengunjungi Nunukan, jangan lupa menyempatkan diri mencicipi kue barongko. Rasanya yang legit mampu mendinginkan tenggorokan di hari-hari yang begitu terik. Sekaligus menjadi pengingat manis kunjungan di Nunukan.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help