Citizen Reporter

Serunya Wartawan Cilik Mudipat Mengintip Cara Kerja Reporter

agar teori dan praktik berjalan seiring, wartawan cilik dan broadcaster dari SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya ini praktik langsung menjadi reporter..

Serunya Wartawan Cilik Mudipat Mengintip Cara Kerja Reporter
mulyanto/citizen reporter
Wartawan cilik Mudipat Pucang Surabaya 

Reportase Meiranda Herayanti Azarine & Nabila Raisa Sofa
Siswa Kelas 5E SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya/peserta diklat warcil & broadcasting

RABU (15/3/2017), 45 pelajar kelas 3 - 5 SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang, Surabaya mengikuti pendidikan dan latihan wartawan cilik (diklat warcil) dan broadcasting di tiga tempat, M-Radio, CNN TV, dan Harian Surya. 

Banyak pengalaman baru yang dipelajari sejak pukul 07.30 WIB  sampai 15.00 WIB. Sebelum berangkat, siswa menunaikan salat dhuha dan dibriefing oleh Wakil Kepala Sekolah Ustad Muhammad Syaikul Islam MHI.

Setiap peserta kemudian mendapat rompi, gantungan nama, dan notes kecil dari panitia Ustadzah Ummu Sulaim. Dengan berbaris rapi, siswa memasuki bus menuju lokasi pertama, M-Radio.

Ada Kak Bo dan Kak Nesya yang menerima siswa dan mengajari bagaimana menjadi penyiar radio yang baik. Banyak keuntungan menjadi penyiar radio, yaitu bisa berkomunikasi dengan banyak orang.

Selanjutnya, peserta diklat diajak keliling dan praktik menjadi penyiar radio di studio M-Radio, mengobrol di depan microphone khusus radio, juga diajarkan cara mengedit suara radio.

“Menjadi penyiar radio sama asyiknya dengan jadi presenter,” kata Kak Nesya.

Puas belajar di M-Radio, peserta diklat meluncur ke lokasi kedua, CNN TV. Di CNN, siswa belajar menjadi presenter hebat saat melaporkan peristiwa dari lokasi kejadian.

Siswa juga mendapat penjelasan tentang benda kerja yang biasa dipakai presenter dan fungsi dari benda-benda tersebut. Peserta juga mencoba praktik di depan kamera dengan jumlah empat siswa saja.

“Nah, jadi presenter itu mudah dan menyenangkan bukan?” ucap Kak Gita, presenter CNN.

Usai berkunjung ke CNN, peserta menuju Masjid Baiturrozaq SIER untuk salat dhuhur berjamaah. Selanjutnya, peserta diklat warcil dan broadcasting menuju lokasi belajar ketiga, kantor Harian Surya di Jalan Rungkut Industri.

Peserta disambut oleh pimpinan Harian Surya dan selanjutnya belajar menjadi penulis hebat bersama editor senior, Ibu Tri Hatma.

Peserta diklat belajar menulis dengan konsep 5W+1H. Mula-mula dijelaskan apa itu 5W+1H, lalu praktik menulis dengan tema hobi masing-masing. Ternyata menulis itu mudah dan mengasyikan.

Usai belajar menulis berita, peserta diklat warcil dan broadcasting memasuki ruang redaksi. Di ruangan penuh komputer  khusus untuk menulis berita itu peserta mendapat penjelasan bagaimana cara kerja wartawan dan bagaimana akhirnya menjadi  koran.

Di akhir acara peserta berfoto bersama dengan latar belakang Surya untuk mengenang perjalanan dan pelajaran hari itu yang luar biasa.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help