Surya/

Citizen Reporter

Serunya Kemah Sampah ala Forum Adiwiyata Sekolah Dasar Jawa Timur

mengelola dan bebas sampah menjadi aturan tak tertulis yang harus dipatuhi siswa sekolah Adiwiyata.. itu pula yang mendasari mereka kemah sampah ini..

Serunya Kemah Sampah ala Forum Adiwiyata Sekolah Dasar Jawa Timur
zaimatus zaifaro/citizen reporter
Peserta Adiwiyata Camp 2017 

Reportase Zaimatus Zaifaro SPd
Ketua Green Education SD Al Muslim, Waru, Sidoarjo/Sekretaris Forum Adiwiyata SD Jawa Timur

ADIWIYATA CAMP 2017 sudah berlalu. Namun kenangan dan kesannya masih ada dan melekat pada setiap pelajar SD Al Muslim peserta Adiwiyata Camp yang dihelat Forum Adiwiyata  Tingkat Sekolah Dasar Jawa Timur bekerjasama dengan Kabupaten Blitar. 

Kemah tiga hari (Jumat-Minggu, 3-5 Maret 2017) di Bumi Perkemahan RTH Kanigoro, Blitar yang melibatkan 270 siswa, 52 guru pendamping, 25 panitia, puluhan kepala sekolah dasar dan UPT itu bisa dibilang berlangsung apik dan sukses meski ada beberapa kendala.

Di hari pertama, Jumat (3/3/2017) setelah peserta mendirikan tenda, salat, dan makan malam, workshop dipandu Caping Gunung Foundation dan ngopi pintar bagi guru pendamping bersama DLH Jawa Timur, digelar.

Pembukaan baru diadakan Sabtu (4/3/2017) dengan Bupati Blitar, Rijanto sebagai komandan upacara. Acara dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis di ruang terbuka hijau Kanigoro, disusul senam pagi diikuti seluruh peserta Adiwiyata Camp.

Menambah kesan tak terlupakan ketika pelajar SD Al Muslim bisa bersalaman dengan Bupati Blitar dan rombongan.

Makam Proklamator Bung Karno, kampung cokelat, dan pendopo agung menjadi tujuan peserta saat berwisata budaya.

Aksi pentas seni di hari kedua menjadi ajang unjuk kebolehan peserta. Ada jinggle go green SD Al Muslim, yel yel dari SD Darul Ulum Surabaya, hingga tari rodhat dan yel-yel dari SDN Pandanwangi 1 Malang.

Di hari terakhir, Minggu (5/3/2017), aksi susur sungai menjadi tantangan menyenangkan semua peserta. Tawa riang dan penasaran mengundang riuh redanya peserta sekolah di area perkotaan yang kurang akrab dengan lumpur dan sawah.

Selepas susur sungai siswa menuju pendopo untuk mengikuti penutupan.

Keunikan Adiwiyata Camp 2017 adalah persyaratan wajib bagi setiap peserta untuk membawa sampah merupakan sarana pendidikan bagi siswa dan sekolah, bahwa sampah yang dibawa digunakan untuk donasi kegiatan. Di antaranya, untuk membangun gapura yang dananya diperoleh dari sampah.

Syarat membawa sampah juga bisa melatih tanggung jawab siswa. Seperti yang dialami siswa SD Al Muslim, beberapa hari sebelum berangkat ke Blitar mereka telah mengumpulkan sampah kardus. Dalam perjalanan baru teringat bila sampah kardus tertinggal.

Sebagai bentuk tanggung jawab atas kelalaian yang ada, selama perjalanan dilakukan susur toko guna mengumpulkan sampah kardus.

“Diharapkan kegiatan ini bisa memberi pemahaman pada siswa bahwa sampah juga bisa menjadi berkah bila diurus dengan benar,” papar Agus Anang Fatoni, Ketua Forum Adiwiyata SD Jawa Timur.

Cuaca hujan, lapangan becek, minimnya persediaan air bersih, kurangnya persediaan lokasi sholat bukan menjadi penghalang. Bahkan semua itu menjadi pemicu bagaimana dalam mengatasi keadaan hingga terbentuklah pribadi yang tanggap, kreatif, dan berpikir cepat. Sebuah pribadi mandiri dan siap bebas sampah 2020 diawali di sini, di dalam diri setiap penggiat lingkungan, guru dan peserta didik, jajaran pemerintah, serta segenap lapisan masyarakat yang ada.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help