Ngopi Bareng Gus Ipul

SDM Unggul

TULISAN KELIMA GUS IPUL. Kemajuan tidak akan menimbulkan rasa aman ketika ketimpangan menganga. Jalan tengahnya: kemajuan berbasis gotong royong.

SDM Unggul
ist
Ngopi Bareng Gus Ipul 

Sampai dengan bulan Agustus 2016, separo lebih dari jumlah tenaga kerja di Jawa Timur bekerja di sektor informal. Jumlahnya mencapai 11,874 juta. Selebihnya, sekitar 7,240 juta bekerja di sektor formal. Dari total yang bekerja informal, 2,561 juta bekerja sendiri.

Sedangkan sisanya menjadi pekerja orang lain atau pekerja rumah tangga tanpa bayaran. Potrait tenaga kerja seperti itu tentu patut menjadi perhatian kita. Bagaimana meningkatkan kualitasnya?

Bagaimana menjamin upah yang cukup bagi mereka? Juga ketersediaan lapangan kerja sesuai dengan latar belakang pendidikan maupun keahliannya?

Strategi membangun SDM unggul juga harus dilakukan melalui jalur formal dan informal. Lembaga pendidikan menjadi tumpuan pertama. Selain melalui program pendidikan 12 tahun, diperlukan sejumlah program pendidikan vocasional yang seiring dengan skala prioritas pembangunan ekonomi Jawa Timur. Misalnya, keperluan untuk membangun industri primer pertanian harus diikuti tenaga terampil di bidang ini.

Karena itu, wilayah Jatim yang menjadi basis produksi pertanian, sekolah vokasionalnya harus semacam sekolah teknologi pertanian. Bukan sekolah mesin, akuntansi atau semacamnya. Dalam konteks pembangunan SDM yang unggul ini, diperlukan juga strategi clustering dengan mempertimbangkan potensi kewilayahan.

Kebijakan seperti ini sekarang sangat mungkin dilakukan karena kewenangan pengelolaan sekolah tingkat lanjutan berada di pemerintah provinsi. Misalnya, menjadi kurang bermakna membangun SMK permesinan di wilayah lumbung pertanian. Akan lebih cocok jika di wilayah yang menjadi cluster pertanian didirikan SMK pertanian, atau paling tidak SMK Teknologi Pertanian.

Sebaliknya, di kawasan industri seperti Gresik dan Sidoarjo, SMK perindustrian akan bermakna. Tentu SDM yang unggul bukan hanya merupakan hasil pendidikan formal dan informal. SDM yang unggul juga mengandung mentalitas yang kuat seperti jujur, disiplin, dan kerja keras.

Dalam hal membangun aspek mental ini bisa dilakukan melalui komunitas-komunitas terkecil warga. Yang membahagiakan kita semua adalah etos kerja warga Jatim yang unggul. Selama ini, dengan segala variasi latar belakang pendidikannya, tenaga kerja warga Jawa Timur dikenal sebagai pekerja keras, ulet dan rajin.

Etos kerja ini telah menjadi keunggulan kompetitif dibanding dengan tenaga kerja dari daerah lain. Namun demikian, untuk menjadikan Jawa Timur yang maju dan makmur, kerja keras dan cerdas diperlukan terus ke depan. (*)

BACA JUGA SEMUA BERITA TERKAIT GUS IPUL, KLIK DI SINI.

Bagaimana pendapat Anda?
Mari diskusi. 

Kami sediakan hadiah:
- Untuk komentar terbaik, pulsa Rp 200.000
- 3 komentar terpilih, pulsa @ Rp 100.000

Pemenang diumumkan di Harian SURYA, pekan depan

Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help