Surya/

Agrobisnis

Kementan Targetkan Swasembada Jagung, Penjualan Benih Jagung Monsanto Naik 368 Persen

Target Kementerian Pertanian menjadikan tahun ini sebagai tahun swasembada jagung, berdampak terhadap tumbuhnya permintaan benih jagung hibdira.

Kementan Targetkan Swasembada Jagung, Penjualan Benih Jagung Monsanto Naik 368 Persen
ist
Presiden Director PT Monsanto Indonesia, Ganesh Pamugar Satyagraha 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kementerian Pertanian (Kementan) bersikukuh menetapkan swasembada jagung mampu diwujudkan tahun ini.

Sejumlah kebijakan telah digulirkan sejak satu tahun lalu.

Di antaranya dengan menaikkan produksi hasil tanam, pengendalian impor jagung, hingga penetapan batas bawah dan batas atas harga jagung .

Pelbagai instrumen kebijakan ini merangsang petani berduyun duyun menanam jagung.

Tak ayal, permintaan benih hibrida jagung di Tanah Air meningkat signifikan dan harus dipenuhi pasokannya oleh industri benih di Tanah Air.

PT Monsanto Indonesia menetapkan 'tahun fiskal' mengacu dua musim. Paruh enam bulan pertama yakni musim hujan (September- Februari) dan musim kemarau (Maret- Agustus).

“Selama musim hujan, volume penjualan benih jagung hibrida meningkat hingga 368 persen atau naik 2.944 ton. Angkanya (penjualan red) fantastis,”ujar President Director PT Monsanto Indonesia Ganesh Pamugar Satyagraha di sela acara Responsible Business Forum on Food and Agriculture di Jakarta, dalam rilis yang dikirimkan, Rabu (15/3/2017).

Tahun sebelumnya perusahaan berhasil membubuhkan penjualan benih jagung hibrida sebesar 4.000 -5.000 ton. Monsanto merilis benih jagung hibrida dengan merk DK 959 dan DK 771 (DEKALB). Potensi produksi kedua varietas benih jagung hibrida ini dapat diatas 10 ton per hektare (ha) , lebih tinggi dari rerata produksi jagung nasional sebesar 5,2 ton/ha. Adapun khusus benih jagung DK 771 ini memiliki keunggulan lebih tahan serangan penyakit bulai.

Ganesh mengakui besarnya penjualan benih jagung hibrida pada musim penghujan ini bukanlah hal yang lazim. Biasanya, serapan pasar tidak lebih dari 20 persen atau berkisar 800 ton-1.000 ton.

”Kontribusi penjualan terbesar jatuh pada musim kering (80 persen), usai memanen padi,petani berganti menanam jagung,”kata Ganesh.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help