Surya/

Otomotif

Quester Selamatkan Penjualan Nissan Diesel

Penjualan Nissan Diesel oleh UD Trucks terus mengalami penurunan sejak 2008 karena pasokan stok yang terbatas. Namun dengan peluncuran seri Quester...

Quester Selamatkan Penjualan Nissan Diesel
surabaya.tribunnews.com/Sugiharto
Presdir UD Trucks, Valery Muyard menunjukkan varian baru saat tes drive di Lendmarc Surabaya, Selasa (14/3/2017). 

SURYA.co.id |SURABAYA - Penjualan Nissan Diesel oleh UD Trucks terus mengalami penurunan sejak 2008 karena pasokan stok yang terbatas. Namun dengan peluncuran seri Quester telah memberikan dampak bagus. 

"Tapi begitu Quester hadir, UD Trucks secara perlahan penjualannya mulai tumbuh," kata Winarto Martono, Chief Operating Officer Astra International UD Trucks Sales Operations, disela peluncuran UD Trucks Quester, Selasa (14/3/2017).

Winarto menyebutkan, saat masih mengusung merek Nissan Diesel, pihaknya mampu meraih pangsa pasar sebesar 56 persen. Namun karena pasokan yang terbatas, pangsa pasar menjadi tergerus brand lainnya.

Kehadiran seri Quester sejak tahun 2015 diharapkan mampu mengembalikan kejayaan UD Trucks dalam pasar kendaraan komersial. “Kami akan coba rangkul lagi pelanggan setia Nissan Diesel di Surabaya. Mereka harus merasakan kehandalan dari UD Trucks Quester,” jelas Winarto.

Dalam peluncurannya, UD Trucks Quester ada dua tipe. Yaitu, GKE Series (4 x2 TH) dan GWE Series (6 x 4 TH). Memiliki putaran mesin 2.200 rpm yang dapat menghasilkan tenaga 280 hp yang memiliki torsi 1,050 Nm.

Sedangkan tipe GWE Series (6 x 4 TH) putaran mesin di 1.900 rpm bisa menghasilkan tenaga sebesar 370 hp dengan torsi 1,700 Nm. Harganya mulai dari Rp700-an.

Tahun lalu, Quester tercatat terjual sebanyak 2.000 unit. Padahal tahun sebelumnya hanya terjual sekitar 500 unit. “Penjualan Quester terus beranjak naik. Saat ini pangsa pasarnya sudah mencapai 43 persen,” ungkap Winarto.

Presiden Direktur UD Trucks Indonesia, Valery Muyard menambahkan, Jawa Timur (Jatim), khususnya Surabaya menjadi salah satu pasar penting di Indonesia.

"Surabaya merupakan kota kedua terbesar setelah Jakarta," kata Valery.

Proyek-proyek infrastruktur banyak dibangun di provinsi ini. Baik proyek dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat.

"Kami optimistis tahun ini ekonomi akan membaik dan akan memacu penjualan kami,” jelas Valery.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Januari-Desember 2016 total penjualan kendaraan niaga (wholesales) dari berbagai jenis dan merek hanya terjual 221.107 unit, turun dibanding 2015 sebanyak 301.650 unit.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help