Techno

Operator Gencar Bidik Penetrasi 4G

Operator-operator telekomunikasi kian gencar membidik segmen pasar 4G LTE. Begini strategi mereka...

Operator Gencar Bidik Penetrasi 4G
surabaya.tribunnews.com/Sugiharto
Vice President Region for East Java Bali and Nusa Tenggara at PTSmartfren Telecom, Mohammad Cahyadi (kiri) mencoba koneksi menggunakan kartu GSM Smartfren 4G usai dilaunching di Hotel Santika Surabaya, Selasa (14/3/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Strategi open market handset (OMH) dilakukan PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) untuk meningkatkan penetrasi 4G LTE di pasar operator seluler. Salah satunya dengan meluncurkan kartu perdana 4G Gaya Semau-Mu.

"Kartu ini bisa digunakan pada handset 4G dengan merek tertentu. Diantaranya, Samsung Galaxy Note 5, Galaxy S series dan Galaxy J series, Lenovo Vibe K5, K Plus, K6 Power, Note, A6010, Oppo A39, F1 Plus serta Motorola Z series," kata Muhammad Cahyadi, Regional Head North East Java Bali Lombok PT Smartfren Telecom Tbk, Selasa (14/3/2017).

Langkah ini dilakukan setelah tahun 2016 lalu, Smartfren lebih banyak memasarkan produk handset dengan brand Andromax.  Saat ini secara nasional Smarfren, mencapai 13 juta pelanggan.

"Dan tahun ini kami targetkan bisa naik menjadi 15 juta. Penetrasi 4G juga kami targetkan bisa terus meningkat,” lanjut Muhammad Cahyadi.

OMH yang merangkul sejumlah produsen handset global ini lebih mengincar pengguna yang sudah loyal dengan brand tertentu. Pengguna semacam ini biasanya tidak terlalu risau pada harga dan spesifikasi, asal bisa memiliki brand yang diinginkan.

Berbeda dengan Andromax, di mana pengguna yang diincar lebih menyasar segmen menengah ke bawah yang sensitif terhadap harga dan spesifikasi.

"Saat ini nilai rata-rata penggunaan pulsa tiap pelanggan (average revenue per user/ARPU) di Smartfren mencapai Rp70.000 per bulan. Kalau Mifi sebesar Rp150.000 per bulan,” jelas Cahyadi.

Tak hanya Smartfren, PT XL Axiata Tbk juga mulai menyasar internet di rumah. Menurut Chief Commerce Officer PT XL Axiata Tbk, Allan Bonke, tinggi tingkat pemahaman masyarakat atas manfaat internet cepat, permintaan atas layanan 4G juga naik.

Salah satu permintaan yang kini semakin tinggi adalah penyediaan koneksi internet di rumah. Jaringan internet ini bisa dimanfaatkan semua anggota keluarga.

"Kami menghadirkan XL Home dengan paket kuota besar 240 GB dengan gratis Plug and Play router,” jelasnya.

Allan menambahkan, kebutuhan akses ke dunia digital tidak terbendung dengan bertambahnya kesadaran atas manfaat dari teknologi ini digital. Khusus pelanggan XL Axiata, sejak layanan 4G diluncurkan 2014 lalu, jumlah pelanggan yang mengakses internet terus meningkat. Saat ini konsumsi penggunaan layanan data meningkat menjadi sekitar 3,5 GB per bulan, dari semula 500 MB per bulan.

Bahkan untuk pengguna layanan 4G, rata-rata pemakaian data saat ini mencapai lebih dari 6 GB per bulan.

“Pengguna layanan internet juga berasal dari berbagai kalangan. Karena itu, kami tidak ragu meluncurkan XL Home,” tandas Allen.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help