Citizen Reporter

Menumbuhkan Literasi Kritis untuk Anak-anak Milenial

literasi saja tak cukup bagi bekal anak-anak di masa depan, perlu literasi kritis untuk membendung dan menyaring derasnya arus informasi ...

Menumbuhkan Literasi Kritis untuk Anak-anak Milenial
px
ilustrasi 

Reportase Eni Rahayu
Guru TIK di MTs Al Hidayah Wajak, Malang

RISET UNESCO tahun 2012 melansir, hanya satu dari 1.000 orang Indonesia yang membaca buku. Sementara, riset UNESCO tahun 2014 menemukan, rata-rata anak membaca 24 halaman buku setiap tahun.

Tak heran bila literasi di Indonesia, menurut riset Central Connecticut State University 2016, berada di tingkat kedua terbawah dari 61 negara, dan hanya satu tingkat di atas Botswana.

Pernyataan tersebut disampaikan Lestia Primayanti, saat menjadi narasumber diskusi dalam jaringan (daring) grup whatsapp, Rabu (22/2/2017).

Tia -sapaan Kepala Sekolah Kembang Jakarta, sekolah khusus usia dini- itu menjelaskan, hal tersebut berbanding terbalik dengan pernyataan Indonesia berada di urutan teratas dalam penggunaan internet dan media sosial.

Tak heran bila berita sampah, berita bohong (hoax), dan berita palsu (fake news) tumbuh subur di masyarakat kita.

Lewat diskusi yang digelar Mommy Stories ini, Tia menjelaskan, kemampuan literasi kritis adalah kemampuan membaca teks secara aktif dan reflektif dengan tujuan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang lingkungan sosial di sekitar kita.

Seseorang yang memiliki kemampuan literasi kritis akan dapat melihat melalui berbagai perspektif beragam. Mereka, tak hanya patuh pada apa yang mereka baca, tonton, lihat, dan dengar.

Tia menyatakan, maraknya aneka berita di media sosial membuat setiap orang bertanya-tanya, bagaimana memilah berita yang benar dan tepercaya untuk dibagikan atas nama kebaikan?

Sulit rasanya meyakinkan diri sendiri dan orang lain, bahwa apa yang dilihat di media sosial itu sepenuhnya benar. Melihat saja tak akan cukup karena berita dengan rangkaian tulisan itu tidak sekadar dilihat, melainkan harus dibaca! Ya, dibaca!

Halaman
12
Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help