Berita Sidoarjo

Jungkir Balik Nasib Pengusaha Korban Lumpur Lapindo, Andi bahkan Hampir Gila

Pengusaha yang menjadi korban lumpur Lapindo, sampai kini belum mendapat ganti rugi. Sampai-sampai ada yang hampir gila karena depresi berat...

Jungkir Balik Nasib Pengusaha Korban Lumpur Lapindo, Andi bahkan Hampir Gila
surabaya.tribunnews.com/Irwan Syairwan
Joni (kiri) dan Andi, pengusaha korban lumpur Lapindo yang sampai kini belum mendapat ganti rugi. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Semburan lumpur panas Lapindo 2006 silam benar-benar mengubah nasib para korbannya. Selain kehilangan harta, trauma psikis juga menjadi ujian yang memberatkan. Seperti yang dialami Andi Susilo (50), salah satu korban lumpur Lapindo kalangan pengusaha.

Ditemui di tempatnya bekerja sekarang, Selasa (14/3/2017), Andi mengaku tadinya ia bos pemilik usaha mebeler PT Yamaindo Perkasa (YP) di Desa Ketapang. Kehidupannya bisa dibilang makmur karena ia melakukan ekspor mebeler.

"Namun terpuruk drastis saat lumpur Lapindo menyembur," kenang Andi.

Andi mengatakan ia bahkan nyaris gila akibat frustasi dan depresi berat karena kehidupannya yang jungkir balik. Belum lagi kejelasan ganti rugi yang tak kunjung tampak, membuatnya semakin terpuruk.
Pria berkacamata ini mengungkapkan sampai harus berkonsultasi ke psikiater dan juga ahli spiritualitas untuk mengembalikan semangatnya seperti sekarang ini.

"Dua tahun lebih saya depresi berat hingga nyaris gila. Sampai akhirnya saya sampai pada pencerahan, saya masih memiliki Tuhan yang pasti akan menolong saya," sambungnya.

Setelah mendapat pencerahan itu, Andi mulai bangkit menata hidupnya bersama istri dan tiga orang anaknya. Untuk mendapat pemasukan, ia bekerja serabutan, menjadi sopir hingga berjualan meracang.

Meski awal-awal sempat malu karena pernah menjadi bos, pekerjaan itu tetap dilakukan sepenuh hati.

"Yang penting ada uang untuk makan saya dan keluarga," ujarnya.

Kini, Andi bekerja di sebuah pabrik di Tanggulangin. Meski hanya pegawai biasa, Andi mulai kembali menuju kemapanan, walau pastinya jauh berbeda ketika ia memiliki pabrik sendiri.

"Diajak sesama rekan pengusaha korban lumpur untuk bekerja di sini. Saya bahagia sekaligus berterimakasih," ucap Andi yang kemudian tampak matanya berkaca-kaca.

Halaman
12
Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help