Surya/

Citizen Reporter

Cara Mudah Mengajarkan Pendidikan Seks Dini kepada Anak

kapan saat tepat mengajarkan pendidikan seks dini kepada anak-anak? ini dia saran Ustadz Muhammad Sholihin ...

Cara Mudah Mengajarkan Pendidikan Seks Dini kepada Anak
pixabay
ilustrasi 

Reportase Mulyanto
Staf SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya

"Anak-anak harus matang etika pergaulan Islaminya di rumah sebagai imun agar di luar rumah, di lingkungan dan di sekolah mereka terjaga dari hal-hal yang tidak baik."

DEMIKIAN ujar guru senior Al Islam Kemuhammadiyahan Ustadz Muhammad Sholihin saat pengajian tafsir Quran, di Masjid SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya, Jumat (3/3/2017).

Pendidikan yang juga harus ditanamkan adalah bagaimana anak berperilaku jujur, sopan, menghormati orang lain, tak menghasut, tak membuka aib orang lain, tak sombong, tak mendekati zina, dan lain-lain.

Sementara di rumah orangtua harus menjadi teladan dalam berkata lembut, tegas, penyayang, dan suka memberi, imbuhnya.

Dengan mendapat panutan yang baik, dengan sendirinya anak akan menduplikasi orangtua. Di lingkungan dan di sekolah akan hormat kepada guru, sayang pada kakak atau adik kelas, dan suka memberi.

"Tak kalah pentingnya tentang pergaulan lelaki dan perempuan. Ini harus dijaga betul. Bagaimana anak bersentuhan dengan lawan jenis. Ini bagian dari larangan jangan mendekti zina," katanya.

Orangtua secara khusus, kata Ustadz Sholihin, wajib mengajarkan etika pergaulan Islami yang utuh, bahwa lelaki dan perempuan hanya boleh bersentuhan dan halal kalau sudah menikah.

“Ajari anak untuk menundukkan pandangan, menjaga kemaluan, dan larang berkhalwat (berdua-duaan) dengan lawan jenis," contohnya.

Pendidikan utama itu, lanjutnya, harus tuntas dienyam anak di rumah. Kepala sekolahnya ayah dan gurunya ibu, maka sekolah harus sejuk agar pelajaran mudah ditangkap dan dipahami murid.

"Kalau orangtua berselisih harus bijak menyelesaikan perselisihan, sebab cara orangtua menyelesaikan masalah akan menjadi cara anak dalam menyelesaikan masalah," tandasnya.

Sementara Fimas M Al-Jufri, psikolog Mudipat mengatakan, pentingnya pendidikan seks Islami bagi anak sejak dini. Orangtua harus memberi tahu anak tentang siapa saja yang boleh menyentuh tubuh anak, siapa saja yang boleh mencium dan memeluknya.

"Ajarkan bagian apa saja yang tak boleh dipegang. Dan kalau dipegang harus segera menghindar, berteriak, atau minta tolong orang lain," kata Fimas dikantornya, Kamis (6/3/2017).

Anak sejak dini harus paham tentang barang pribadinya yang sensitif dan membedakan tentang mahrom atau hal yang dilarang dan yang diharamkan oleh Allah SWT.

"Ajak selalu anak ke masjid untuk salat berjamaah. Di sana ada pendidikan berbusana yang patut bagi pria dan wanita dan tentang pembedaan jenis kelamin menurut Islam," pungkas Fimas.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help