Grahadi

Beranda Grahadi

Gus Ipul Impikan Terbentuknya Pendidikan Karakter di Zaman modern

Gus Ipul memimpikan terbentuknya pendidikan karakter di zaman modern, seperti proses pendidikan pada zaman dahulu.

Gus Ipul Impikan Terbentuknya Pendidikan Karakter di Zaman modern
ist/Humas Pemprov Jatim
Gus Ipul dalam acara Kongres Wilayah Jamiyatul Qurra' Wal Huffazh, di Ponpes Nurul Qur'an, Bungah, Gresik, Minggu (12/3/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memimpikan terbentuknya pendidikan karakter di zaman modern, seperti proses pendidikan pada zaman dahulu. Impian itu disampaikannya saat memberikan arahan pada Kongres Wilayah Jamiyatul Qurra' Wal Huffazh di Ponpes Nurul Qur'an, Bungah, Kabupaten Gresik, Minggu (12/3/2017).

Ia mengatakan, bahwa impian yang dimaksud adalah menyelaraskan pendidikan formal, informal hingga pendidikan nonformal sampai terbentuknya pendidikan karakter bagi generasi muda.
Dijelaskan, pendidikan formal adalah pendidikan yang diperoleh dari bangku sekolah mulai Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi yang masuk dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Sementara, pendidikan informal terjadi dalam lingkungan keluarga. Proses interaksi yang dilakukan antara orang tua dengan anak harus dibentuk karakternya agar terjadi interaksi positif. Sedangkan, pendidikan nonformal terjadi antara sekolah dan rumah.

"Di sinilah, saya memimpikan pendidikan karakter dapat terjadi seperti zaman kita sekolah dahulu. Anak memiliki etika dan moral serta memiliki ilmu agama yang cukup," ungkapnya.

Gus Ipul sepakat bahwa proses pendidikan yang dilakukan pada zaman dahulu menempatkan pendidikan formal dilakukan mulai dari pukul 07.00-12.00. Kemudian dilanjutkan menerapkan pendidikan nonformal dengan berinteraksi keluarga yang dilakukan antara orangtua dan anak.
Pada sore harinya, anak diajarkan mengaji di rumah maupun belajar ilmu agama di mushala atau di masjid.

"Inilah yang akan menjaga karakter anak kita dari kenakalan remaja. Saya berharap, pendidikan karakter seperti itu bisa diterapkan di zaman modern seperti sekarang," ungkapnya.

Di hadapan guru-guru penghafal Alquran, Gus Ipul meminta untuk terus bersabar. Pemprov Jatim terus menyusun regulasi agar guru-guru ngaji mendapat insentif dari pemerintah, sama seperti guru Madrasah Diniyah (Madin).

"Hafidz-hafidzah pada hakekatnya adalah guru-guru yang memberikan ilmu pengetahuan dan agama kepada anak anak kita. Semoga kami yang ada di pemerintahan bisa terus berjuang untuk memberikan kesejahteraan untuk semuanya," tutupnya. (hms/fae)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help