Surya/

Citizen Reporter

Berbagi Asa, Mimpi dan Inspirasi di Pota Wangka

bermodalkan semangat dan kegigihan yang membuat para anak muda ini memilih meninggalkan kenyamanan untuk berbagi di daerah tertinggal di negeri ini..

Berbagi Asa, Mimpi dan Inspirasi di Pota Wangka
arni nur laila/citizen reporter
Relawan Youcan Empower Indonesia di Pota Wangka, Manggarai, NTT 

Reportase  Arni Nur Laila
Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang/peserta Youcan Empower di NTT

APA yang dilihat pada anak muda? Bukan harta dan tahtanya karena mereka memang tak memiliki semua itu. Tapi, lihatlah ketulusan dan perjuangan mereka untuk mengabdi pada negeri. 40 Anak muda itu terjun ke beberapa daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T) di Indonesia. Salah satunya di Desa Pota Wangka, Boleng, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari 40 anak muda itu, 10 di antaranya harus berada di pulau Flores selama empat hari pengabdian, 23-27 Februari 2017. 10 Anak muda yang bergabung dalam program Youcan Empower mengabdi pada masyarakat di pelosok-pelosok negeri. Melihat potensi dalam meningkatkan perekonomian, pendidikan, dan kesejahteraan kesehatan di wilayah tapal batas negeri ini.

Desa Pota Wangka, berada di wilayah lembah dikelilingi pegunungan. Butuh waktu dua sampai tiga jam perjalanan dari Labuan Bajo. Itupun jika tidak ada kendala apapun. Untuk mencapai lokasi tujuan harus melewati jalan yang samping kanan kiri terdapat jurang dan tebing di tengah hutan. Tak jarang pula menemui genangan jalan berlumpur hingga membuat napas tertahan serta harus mengelus dada di tengah perjalanan yang sangat gelap tanpa lampu penerang jalan.

Sebelum ke lokasi utama, otokol, truk bak terbuka yang jadi moda transportasi, juga harus melewati aliran sungai karena hanya itu medan satu-satunya. Akses menuju desa sangat terbatas, hanya otokol. Tarifnya pun murah meriah untuk penduduk setempat. Otokol inilah yang mampu mengantar hingga ke Pota Wangka dengan medan terjal.

Di balik semua tantangan itu, rasanya bisa terbayar dengan melihat sambutan penduduk asli dengan upacara adat yang mengharukan serta hampir tidak pernah ditemui jika berada di daerah asal masing-masing.

 “Terbayar dan nggak menyangka akan disambut seperti ini. Walaupun sederhana ini sangat luar biasa dan pengalaman pertama, hingga saya tidak tahu gambarkan kata yang sesuai untuk pengalaman berharga dan tak ternilai ini,” kata Zhavira Noor Rivdha, peserta Youcan Empower dari Malang.

Selama ini hidup dengan fasilitas serba ada, sementara di Pota Wangka, listrik hanya di malam hari, sinyal pun sudah kembang kempis.

Keesokan harinya peserta Youcan Empower berkeliling desa untuk melihat potensi hasil bumi yang dimiliki serta menuju ke rumah gendang, rumah adat untuk upacara sakral Pota Wangka. Sambutan kedatangan yang kedua kali bagi 10 anak muda pemberdaya sebelum terjun langsung ke masyarakat dengan bekal keilmuan masing-masing.

Kami bersepuluh menemukan potret kehidupan warga Pota Wangka. Perekonomian warga yang sangat sederhana dan bergantung pada hasil bumi kemiri dan kopi. Itupun masih diolah dengan sangat konvensional dan belum bisa membuat variasi yang benilai jual tinggi. Pendidikan di Pota Wangka hanya ada sekolah SD dan SMP sehingga relawan Youcan Empower harus memberikan kelas inspirasi berisi motivasi studi lanjut maupun cita-cita.

“Anak-anak di sini perlu pendampingan wawasan mengenai cita-cita yang bisa mereka raih,” kata Pak Theo, Kepala Desa Pota Wangka.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help