Surya/

Citizen Reporter

Marah Jangan, Menghukum Silakan, Asal …

marah adalah emosi sesaat yang sebaiknya dihindari saat mendidik anak-anak... pun menghukum yang diperkenankan asal sesuai aturan ...

Marah Jangan, Menghukum Silakan, Asal …
px
ilustrasi 

Reportase Muammal Jasin
Guru SDIT Nurul Fikri Sidoarjo

UNTUK meningkatkan kapasitasorangtua dalam mendampingi anak, Minggu (26/2/2017) Komite Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Fikri Sidoarjo menggelar seminar parenting Keluarga Kunci Sukses Ananda, di aula SMA Muhammadiyah Sidoarjo.

“Kesuksesan anak itu berawal dari keluarga, saat keluarga menyuport dan memperlakukan anak dengan baik, anak akan menemukan kesuksesannya, inilah alasan memilih tema seminar ini,” jelas Elly, Ketua Komite SDIT Nurul Fikri Sidoarjo.

Untuk mengupas tema itu panita mengundang Ustadz Cahyadi Takariawan dan Ustadzah Ida Nur Laila, trainer dan konselor Jogja Family Center.

“Anak itu amanah Allah yang dititipkan kepada orangtua, sehingga sepenuhnya anak menjadi tanggungjawab orangtua. Guru di sekolah hanya membantu tugas orangtua,” tegas Ustadz Cahyadi.

Pak Cah -sapaan Ustadz Cahyadi- mengingatkan peserta untuk tidak emosi dalam mendidik anak, karena marah bukan bagian dari mendidik, marah adalah ekspresi sesaat.

“Memarahi dan menghukum itu dua hal yang berbeda. Menghukum itu masih berhubungan dengan mendidik. Karena menghukum dilakukan dalam rangka menegakkan disiplin anak, sementara marah adalah bentuk emosi dari orangtua,” lanjutnya.

Seminar semakin menarik tatkala memasuki sesi diskusi. Para orangtua bertanya tentang masalah yang sering mereka hadapi di rumah.

“Anak saya sering protes tentang beberapa hal, salah satunya adalah kenapa ayah dan bunda kok tidurnya boleh berdua sementara anak-anak harus tidur sendiri. Padahal ayah dan bunda kan sudah besar," ujar peserta yang menirukan pertanyaan anak-anak mereka.

“Perlu diketahui, saat anak bertanya adalah kesempatan terbaik bagi orangtua untuk menjelaskan kepada mereka tentang kondisi yang sebenarnya, karena saat itu anak benar-benar siap untuk mendengar penjelasan kenapa ayah dan bunda boleh tidur bersama? Karena ayah dan bunda pasangan suami istri. Nanti, kalau sudah besar kalian juga akan mengalaminya,“ terang Ustadzah Ida Nur Laila, yang tak lain istri Pak Cah.

“Semoga pengalaman Ustadz Cahyadi dan Ustadzah Ida Nur Laila ini bisa menginspirasi orangtua murid SDIT Nurul Fikri Sidoarjo,” harap Edi Purwanto, Kepala SDIT Nurul Fikri Sidoarjo.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help