Surya/
Grahadi

Beranda Grahadi

PKK Jatim Berkomitmen Bantu Pemprov Tangani Kusta

Bude Karwo: Dukungan terhadap penanganan kusta oleh Tim Penggerak PKK dilakukan, karena Indonesia kini menduduki peringkat tertinggi ke-3 dunia

PKK Jatim Berkomitmen Bantu Pemprov Tangani Kusta
ist/Humas Pemprov Jatim
Bude Karwo bersama Tim Penggerak PKK Jatim berpose di sela acara Rapat Konsultasi (Rakon) Tim Penggerak PKK se Indonesia, di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Kamis (9/3/2017) 

SURYA.co.id | JAKARTA - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jatim berkomitmen membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menangani penyakit kusta.

“Saya akan mendampingi Pak Gubernur menggerakkan kader PKK di Jatim untuk bekerjasama membantu menangani masalah kusta,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Dra Hj Nina Soekarwo MSi pada acara Rapat Konsultasi Tim Penggerak PKK se Indonesia, di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Kamis (9/3).

Dukungan terhadap penanganan kusta oleh Tim Penggerak PKK dilakukan, menurut Bude Karwo, sapaan akrab Nina Soekarwo, karena kondisi Indonesia yang kini menduduki peringkat tertinggi ke-3 dunia setelah India dan Brazil dalam jumlah penduduk yang terkena penyakit kusta.

Terbanyak di Indonesia
Dijelaskan Bude Karwo, data tahun 2015 jumlah penderita baru di Indonesia sebanyak 17.202 orang, dengan 4.013 atau 23,3 % di antaranya berasal dari Jatim. Dengan demikian, Jatim menjadi provinsi dengan jumlah kasus baru terbanyak di Indonesia. Selain itu, Jatim juga merupakan satu-satunya provinsi yang belum mencapai "eliminasi", yakni angka prevalensi kusta kurang dari 1/10.000 penduduk.

Ditambahkan, prevalensi rate kusta Jatim tahun 2015 sebesar 1,02/10.000 penduduk atau hampir mendekati tingkat eliminasi kusta. Dengan kata lain, jika diabsolutkan, pencapaian tingkat eliminasi kusta hanya tinggal menurunkan 100 penderita kusta yang diobati, sehingga Jatim sudah mencapai eliminasi kusta.

Bude Karwo menambahkan, tahun 2017 Provinsi Jatim mengarapkan bisa mencapai tingkat eliminasi ini. Menurut Bude Karwo, pada 2016 terdapat 11 kabupaten/kota yang prevalensi rate kustanya masih lebih dari 1/10.000 penduduk, terutama daerah di pantai utara (pantura) Jatim dan Madura.

Penyebaran oleh Penderita
Salah satu penyebab penyebaran penyakit kusta di antaranya oleh penderita yang terlambat ditemukan sehingga menjadi sumber penularan bagi orang di sekitarnya. Eliminasi kusta di Indonesia diproyeksikan tercapai tahun 2000, walau sampai tahun 2015 masih terdapat 12 provinsi yang belum mencapai eliminasi.

Untuk itu, dukungan PKK terhadap program ini menjadi sangat penting. Khususnya, dikaitkan dengan pelaksanaan 10 program pokok PKK yang harus menyelaraskan dengan program pemerintah melalui pemahaman tata kelola pemerintah daerah serta identifikasi persoalan strategis.

Menurut Bude Karwo, Tim Penggerak PKK sebagai mitra kerja pemerintah harus punya sense of crisis dan peka terhadap permasalahan yang dihadapi pemerintah. Alasannya, fungsi PKK adalah mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan menuju keluarga sehat sejahtera lahir dan batin.

Diakuinnya, sinergitas Tim Penggerak PKK Jatim dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim selama ini sudah kompak, terutama dalam pelaksanaan urusan sosial kemasyarakatan terkait pemenuhan kebutuhan dasar keluarga dan masyarakat di desa/kelurahan, karena sudah ada MoU antara kedua pihak.

Namun, Bude Karwo menyadari belum semua Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota bisa bersinergi dengan OPD di daerah masing-masing. “MoU PKK Provinsi dengan OPD di jajaran Pemprov Jatim diharapkan diikuti tingkat kabupaten dan kota. Sehingga tercipta sinergitas antara keduanya,” harap Bude Karwo. (rud/fae)

Editor: Cak Sur
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help