Surya/
Grahadi

Pemprov Jatim

Gaji Perawat Ponkesdes Terlambat, begini Kata Gus Ipul

"Ini masalah pencairan yang terlambat. Pada prinsipnya, pemprov sudah menyiapkan dana untuk Ponkesdes," kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf.

Gaji Perawat Ponkesdes Terlambat, begini Kata Gus Ipul
ist
Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memastikan gaji para perawat di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) akan tetap dibayarkan meskipun diakui ada keterlambatan.

"Ini masalah pencairan yang terlambat. Pada prinsipnya, pemprov sudah menyiapkan dana untuk Ponkesdes," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Jumat (10/3/2017), menanggapi informasi di beberapa media tentang keterlambatan pemberian gaji bagi para perawat di Ponkesdes.

Menurut Gus Ipul, tak hanya Ponkesdes, dana untuk Taman Posyandu, serta Pendamping Ibu Hamil Resiko Tinggi (Bumil Risti) juga telah disiapkan.

Hanya untuk melakukan pencairan dana memang membutuhkan proses MoU dengan kabupaten/kota.

Sayangnya, dari 38 kabupaten/kota, baru 11 kabupaten/kota yang telah menandatangani MoU ini.
"Saya terus mendorong agar kabupaten/kota segera menandatanngani MoU sehingga dana bisa segera dicairkan," ujarnya.

Dari data yang ada, kata Gus Ipul, saat ini juga telah ada 20 kabupaten/kota yang dalam tahap pembahasan MoU antara biro hukum di masing-masing kabupaten/kota.

"Inilah yang menyebabkan pencairan belum terealisasi. Tapi pada prinsipnya ini sedang proses karena uangnya sudah ada," kata dia.

Guna mempercepat realisasinya, Senin (13/3/2017) nanti Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD); Dinas Kesehatan, serta Kepala Biro Hukum, akan mengundang kabupaten/kota untuk percepatan MoU ini.

Untuk diketahui, setiap perawat di Ponkesdes mendapat tunjangan Rp 1.450.000 per bulan. (fai)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help