Surya/

Ekonomi Bisnis

BSM Ajak Istri dan Keluarga Karyawan Santuni Yatim Piatu Melalui Program #bsmmengalirkanberkah

‘’Kami ingin melalui kegiatan CSR ini, IIKBSM dapat membantu BSM dalam membina silaturahim dan meningkatkan awareness masyarakat...

BSM Ajak Istri dan Keluarga Karyawan Santuni Yatim Piatu Melalui Program #bsmmengalirkanberkah
ist
Para Ikatan Istri Karyawan BSM (IIKBSM), saat melakukan kegiatan sosial di Surabaya, Kamis (9/3/2017). 

SURYA.co.id I SURABAYA - Bank Syariah Mandiri (BSM) wilayah Surabaya memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa di Pondok Pesantren Ribath Darut Tauhid Sutorejo, Surabaya, Kamis (9/3/2017).

Pemberian santunan bersinergi dengan Ikatan Istri Karyawan BSM (IIKBSM) dalam rangka silaturahmi pembina dan pengurus pusat IIKBSM.

Santunan ini sebagai bentuk implementasi BSM dalam menjalankan program corporate social responsibility (CSR) serta mensukseskan program terbarunya yaitu #bsmmengalirkanberkah.

BSM mengajak peran serta Istri dan keluarga karyawan BSM untuk berpartisipasi dalam menjalankan program tersebut.

BSM  berkomitmen melakukan kegiatan CSR yang berlandaskan pada tiga aspek yaitu spiritualisme, nasionalisme dan kesejahteraan.

‘’Kami ingin melalui kegiatan CSR ini, IIKBSM dapat membantu BSM dalam membina silaturahim dan meningkatkan awareness masyarakat terhadap pentingnya bank syariah, khususnya Bank Syariah Mandiri," jelas Sari Agus Sudiarto, istri Direktur Utama Bank Syariah Mandiri.

Selain kegiatan CSR, IIKBSM juga memiliki beberapa agenda lainnya seperti program bazaar murah, pelatihan, dan lainnya.

Dari sisi produk, Bank Syariah Mandiri fokus pada sosialiasi dan penjualan lima produk utama di segmen ritel yakni Tabungan Mabrur Junior dan Tabungan BSM, Gadai & Cicil Emas, Pembiayaan Mikro, Pembiayaan Griya dan Pembiayaan Pensiunan.

Upaya tersebut dilakukan untuk lebih menajamkan image produk BSM ke tengah masyarakat.

Fokus pada lima produk tsb merupakan bagian dari implementasi Corporate Plan 2016-2020 terutama tentang simplifikasi produk dan proses.

Manajemen juga melakukan transformasi di jaringan di mana unit kerja di Cabang fokus pada penjualan produk ritel.

Sementara, produk terkait wholesale dilaksanakan unit kerja khusus wholesale banking.

Di tengah laju perekonomian yang masih belum kondusif sepanjang tahun 2015-2016,
pertumbuhan bisnis dari lima produk unggulan tersebut on track sesuai target.

Indikatornya adalah kinerja dari produk unggulan tersebut yang rata-rata cukup baik.

Dengan kinerja yang sangat positif sampai akhir tahun 2016, Manajemen berharap dapat membukukan kinerja yang lebih baik lagi hingga akhir 2017 dan dapat terus tumbuh hingga mencapai target asset Rp 200 triliun pada tahun 2020.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help