Citizen Reporter

Ada Rindu di Semangkuk Cwie Mie Hok Lay Malang

dari yang sedikit itulah ada Hok Lay, depot makan legendaris di Jln KH A Dahlan Kota Malang yang masih menyediakan penganan khas Malang, cwie mie...

Ada Rindu di Semangkuk Cwie Mie Hok Lay Malang
px
ilustrasi 

Reportase Rintahani Johan Pradana
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang
facebook.com/joe pradana

WISATA kuliner menjadi salah satu daya tarik lain yang dimiliki  Kota Malang. Dari yang khas hingga yang melegenda bisa dijumpai di sana. Citarasa yang seperti itulah yang kerap memanggil kerinduan untuk mengudar kenangan pada seporsi penganan khas.

Semangkuk cwie mie yang hadir di meja depot makan bernama Hok Lay telah mengundang rasa penasaran saya pada salah satu makanan khas Kota Malang ini.

Memang cukup mudah menemukan penjaja cwie mie di Malang, namun tidak banyak yang memiliki citarasa melegenda seperti yang disediakan oleh keluarga Tio Hoo Poo ini.

Budiman, keturunan ketiga dari keluarga Tio Hoo Poo, adalah pengelola depot makan yang berdiri di bilangan Jalan KH Ahmad Dahlan 10 Kota Malang. Depot ini berdiri tahun 1946. “Memang berdirinya sejak 1946, tetapi baru mendapat surat-surat izin usaha pada 1961,” tutur Budiman.

Cwie mie menjadi menu andalan di sini. Selain cwie mie ada pula nasi bakmoy, lunpia Semarang, siomay, serta nasi goreng. Untuk minuman, ada salah satu minuman unik dengan nama fosco, semacam susu cokelat yang dikemas pada botol cola. Tersedia juga limun beruap dan temulawak.

“Resep sedari dulu tidak berubah dan mempertahankan citarasa asli,” ujar Budiman. Resep yang diwariskan secara turun menurun dan tetap menjaga kualitas rasa inilah yang membuat semangkuk cwie mie Hok Lay menjadi obat rindu bagi banyak orang.

Sandra adalah salah satunya. Perempuan berdarah Tiong Hoa yang juga mahasiswi prodi Tata Boga Universitas Negeri Malang ini mengaku sangat menggemari cwie mie di Hok Lay.

“Mie itu makanan yang akrab dengan budaya orang Tiong Hoa. Dulu bersama ayah dan ibu, aku biasa diajak makan di sini. Rasanya tetap saja enaka” kenang Sandra.

Tak hanya Sandra, Budiman juga menuturkan, banyak orang yang dulu tinggal di Malang, masih menyempatkan mampir ke Hok Lay ketika sedang berkunjung ke Kota Malang.

“Mereka dulu tinggal di Malang, kemudian ada yang kuliah di luar negeri maupun sebaliknya. Sewaktu ke Malang, mereka ingin melepas kangen dan makan di sini,” terang Budiman.

Tak hanya citarasanya yang melegenda, tata ruang di dalam kedai ini juga masih berusaha menampilkan nuansa klasik. Mulai kursi, meja, hingga ubin beserta sebuah prasasti yang menempel pada dinding yang memuat tanggal peresmian kedai ini, semakin memperkuat nuansa klasiknya.

Sebuah tempat yang pantas untuk dituju oleh para penikmat kuliner khas yang melegenda. Tak hanya melepas rindu bagi mereka yang pernah menyimpan kenangannya, namun juga mengawali sejarah bersama semangkuk cwie mie di musim hujan, Kota Malang.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help