Grahadi

Advertorial

Penyebaran Penyakit Kusta di antaranya oleh Penderita yang Terlambat Ditemukan

“MoU PKK Provinsi dengan OPD di jajaran Pemprov Jatim diharapkan diikuti tingkat kabupaten dan kota. Sehingga tercipta sinergitas antara keduanya."

Penyebaran Penyakit Kusta di antaranya oleh Penderita yang Terlambat Ditemukan
foto: Humas Pemprov Jatim
Dra Hj Nina Soekarwo Msi (kiri) dan Ny Fatma Syaifullah Yusuf. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Salah satu penyebab penyebaran penyakit kusta di antaranya oleh penderita yang terlambat ditemukan sehingga menjadi sumber penularan bagi orang di sekitarnya.
Eliminasi kusta di Indonesia diproyeksikan tercapai tahun 2000, walaupun sampai tahun 2015 masih terdapat 12 provinsi yang belum mencapai eliminasi.

Untuk itu, dukungan PKK terhadap program ini menjadi sangat penting.

Khususnya, dikaitkan dengan pelaksanaan 10 program pokok PKK yang harus menyelaraskan dengan program pemerintah melalui pemahaman tata kelola pemerintah daerah serta identifikasi persoalan strategis.

Menurut Bude Karwo, Tim Penggerak PKK sebagai mitra kerja pemerintah harus punya sense of crisis dan peka terhadap permasalahan yang dihadapi pemerintah.

Alasannya, fungsi PKK adalah mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan menuju keluarga sehat sejahtera lahir dan batin.

Diakuinnya, sinergitas Tim Penggerak PKK Jatim dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim selama ini sudah kompak, terutama dalam pelaksanaan urusan sosial kemasyarakatan terkait pemenuhan kebutuhan dasar keluarga dan masyarakat di desa/kelurahan, karena sudah ada MoU antara kedua pihak.

Namun demikian, Bude Karwo menyadari belum semua Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota bisa bersinergi dengan OPD di daerah masing-masing.

“MoU PKK Provinsi dengan OPD di jajaran Pemprov Jatim diharapkan diikuti tingkat kabupaten dan kota. Sehingga akan tercipta sinergitas antara keduanya,” harap Bude Karwo. (rud/fae)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help