Grahadi

Pemprov Jatim

Gus Ipul: Madrasah Diniyah Perkuat Pendidikan Formal

“Madrasah Diniyah pilar dunia pendidikan. Pemerintah mengharapkan keberadaannya hingga memperkuat pendidikan formal," kata Gus Ipul.

Gus Ipul: Madrasah Diniyah Perkuat Pendidikan Formal
foto: Humas Pemprov Jatim
MADIN – Gus Ipul saat menghadiri acara Pengukuhan Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC–FKDT) Kabupaten Madiun masa khidmah 2016-2021, di Pondok Pesantren Subulul Huda Rejosari Kebonsari Kabupaten Madiun, Kamis (9/3/2017). 

SURYA.co.id | MADIUN - Madrasah Diniyah merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa.

Keberadaannya sudah ada sebelum Indonesia merdeka dan tetap ada sampai saat ini, walaupun tanpa bantuan dari pemerintah.

Awal berdirinya, menginginkan agar lahir generasi yang mencintai ajaran AllAh SWT dan senantiasa ingin dekat dengan AllAh SWT.

Atau yang lebih dikenal dengan generasi yang memiliki Spiritual Happiness. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim sangat mengharapkan Madrasah Diniyah dapat memperkuat pendidikan formal agar lahir generasi yang tangguh dan berkarakter.

“Madrasah Diniyah pilar dunia pendidikan. Pemerintah mengharapkan keberadaannya hingga memperkuat pendidikan formal, terutama pendidikan akhlak dan melahirkan generasi penerus bangsa yang tangguh dan berkarakter,” kata Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf.

Gus Ipul menyatakan hal itu saat menghadiri Pengukuhan Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC–FKDT) Kabupaten Madiun masa khidmah 2016-2021 di Pondok Pesantren Subulul Huda Rejosari Kebonsari Kabupaten Madiun, Kamis (9/3/2017).

Perkembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah di Jatim sejauh ini secara kuantitatif mengalami peningkatan cukup signifikan dengan jumlah lembaga sebanyak 23.011 tingkat Ula/Awwaliyah, 6.601 tingkat Wustho, dan 91 tingkat Ulya.

Sedangkan Asatidz/guru mencapai 273.588 (ula, wustha, ulya), serta jumlah santri 1.855.572 orang.

Menurut Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim, Madrasah Diniyah bisa tetap ada sampai saat ini, walaupun tanpa dukungan dari pemerintah, disebabkan karena para gurunya bekerja tanpa pamrih, hanya mengharapkan kebarokahan.

Oleh karena itu, Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus berjuang meningkatkan kesejahteraan guru Madrasah Diniyah sampai ke tingkat pemerintah pusat, walaupun sampai saat ini belum berhasil.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help