Surya/

Berita Sidoarjo

Pelajar SD di Sidoarjo Dapat Kurikulum Baru Soal Manajemen Keuangan

Siswa kelas 3 SD di Sidoarjo akan mendapat kurikulum baru seputar manajemen keuangan. Terlalu berat? Begini penjelasan Dinas Pendidikan.

Pelajar SD di Sidoarjo Dapat Kurikulum Baru Soal Manajemen Keuangan
surabaya.tribunnews.com/Irwan Syairwan
Penandatanganan MoU Cha-Ching Curriculum antara Yayasan Prestasi Indonesia (YPI) dan Dinas Pendidikan Sidoarjo, Rabu (8/3/2017). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Pengelolaan keuangan yang baik seharusnya mulai diperkenalkan sejak dini. Di Sidoarjo, pengenalan tentang manajemen keuangan akan masuk ke dalam kurikulum sekolah dan dimasukan ke dalam pelajaran di kelas III SD.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Sidoarjo, Tirto Adi, mengatakan kurikulum tambahan ini akan diterapkan di seluruh SD negeri di Kota Delta.

"Harapannya agar anak-anak tahu dan menerapkan manajemen keuangan sejak dini," kata Tirto, di sela-sela penandatanganan MoU Cha-Ching Curriculum Yayasan Prestasi Indonesia (YPI) dan Dindik Sidoarjo di SMPN 4 Suko, Rabu (8/3/2017).

Tirto menuturkan, format kurikulum tersebut telah disusun oleh tim YPI. Kurikulum tersebut bernama cha-ching.

Dindik melihat kurikulum tersebut sangat lengkap dalam mengenalkan manajerial keuangan untuk anak-anak.

Siswa diperkenalkan konsep memperoleh uang, menyimpan uang, membelanjakan uang, dan mendonasikan uang, dengan benar.

Hal ini bisa langsung diterapkan dari uang saku siswa untuk diatur sedemikian rupa agar tidak habis digunakan untuk membeli hal-hal yang tak perlu.

"Hal ini untuk melatih siswa dalam mengelola keuangan. Harapannya, ketika anak besar nanti bisa tahu memilah hal-hal yang jadi kebutuhan utama dlam kaitannya dengan uang," paparnya.

Selama setahun, kurikulum tambahan ini akan diujicobakan. Jika memberi manfaat, Dindik akan mempertimbangkan untuk dipakai secara permanen.

Saat ditanya kemungkinan tambahan kurikulum ini akan memberatkan siswa, Tirto menampik karena pemaparan tentang manajemen keuangan ini dilakukan dengan cara menyenangkan.

"Dari modul yang dipresentasikan, pengajarannya berupa games dan tampilan video. Ini akan menyenangkan siswa, alih-alih memberatkan," ujarnya.

Management Advisor YPI, Robert Gardiner, menambahkan Cha-Ching ini sebenarnya merupakan tayangan animasi yang telah beredar di tv kabel di beberapa negara. Untuk MoU ini, film animasi itu dibuat khusus untuk pengajaran manajemen keuangan kepada siswa.

"Pengelolaan keuangan menjadi hal fundamental dalam perekonomian sebuah keluarga. Akan sangat baik jika anak-anak sudah mengenal dan tahu bagaimana mengelola keuangan mereka sejak dini," imbuh Gardiner.

YPI sendiri sudah 10 tahun bekerjasama dengan Dindik Sidoarjo. YPI pernah mengajukan program Student Company kepada siswa SMA/SMK untuk menjadi entrepreuneur dengan mendirikan perusahaan di sekolahnya.

"Kami sangat senang bekerja sama di Sidoarjo. Untuk cha-ching, ini merupakan yang pertama di Asia, di mana masuk menjadi kurikulum sekolah," ujarnya.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help