Surya/

Liputan Khusus Penyebab Wanita Dipenjara

Pemkot Surabaya Tampung Anak Perempuan yang Terjerat Masalah Hukum

Masalah gaya hidup masih menjadi salah satu penyebab perempuan di Kota Surabaya terjerat kasus hukum.

Pemkot Surabaya Tampung Anak Perempuan yang Terjerat Masalah Hukum
tribun batam/ikhsan
Ilustrasi perempuan korban trafficking 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kasus kejahatan yang melibatkan perempuan juga menjadi perhatian Pemkot Surabaya. Terutama bagi perempuan yang memiliki anak, namun sudah berpisah dengan suami.

Hal itu membuat masa depan anak terombang-ambing, karena harus hidup sendiri tanpa ibu dan anggota keluarga lain.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Nanis Chairani mengatakan, pihaknya fokus pada masalah penanganan dampak dari perempuan yang terlibat masalah hukum.

Salah satu caranya, yakni dengan menampung anak perempuan terjerat masalah hukum.

Sayangnya, jumlah anak yang tertampung hingga saat ini baru tiga orang.

Mereka, kata Nanis, tinggal di sebuah rumah yang seluruh biaya hidupnya ditanggung pemkot. Termasuk biaya pendidikan.

“Ada yang sudah kuliah, ada yang SMP,” katanya, Senin (6/3/2016).

Nanis menambahkan, pihaknya hanya menampung anak-anak yang benar-benar tak memiliki kerabat.

Ia tak memungkiri, masalah gaya hidup masih menjadi salah satu penyebab perempuan di Kota Surabaya terjerat kasus hukum.

Kepala Bidang Pengarusutamaan Hak Anak dan Perlindungan Perempuan dan Anak DP5A Kota Surabaya, Anna Fajriatin mengatakan, kasus terakhir yang ditangani pemkot adalah trafficking perempuan Surabaya ke Batam pada 2015. Setelah itu, kasus lain cenderung tak ada.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help