Surya/

Liputan Khusus Penyebab Wanita Dipenjara

'Perempuan Usia Muda Gampang Terbawa Pengaruh Gaya Hidup di Perkotaan'

Mereka menempuh segala cara untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, termasuk dengan cara melanggar hukum.

'Perempuan Usia Muda Gampang Terbawa Pengaruh Gaya Hidup di Perkotaan'
tribun batam/hadi maulana
Ilustrasi korban trafficking 

News Analysis
AKP Ruth Yeni
Kanit PPA Polrestabes Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Kasus kriminal yang melibatkan perempuan terus bertambah dari tahun ke tahun.

Tuntutan gaya hidup menjadi salah satu faktor yang mendorong perempuan berbuat kriminal.

Biasanya perempuan usia muda gampang terbawa pengaruh gaya hidup di perkotaan.

Mereka ingin tampil glamor. Memiliki ponsel bagus, baju mahal, nongkrong di tempat-tempat mewah, menjadi gaya hidup perempuan di perkotaan.

Mereka menempuh segala cara untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, termasuk dengan cara melanggar hukum.

Kasus paling banyak, perempuan muda biasanya menjajakan diri untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup. Itu cara yang paling mudah dan banyak peminat.

Polisi sudah sering mengungkap kasus trafficking maupun prostitusi dengan pelaku perempuan. Tetapi, kenyataannya kasus tersebut tidak berkurang justru semakin banyak.

Artinya, upaya represif saja tidak cukup untuk mengentaskan perempuan agar tidak berbuat kriminal.

Perlu dukungan semua stakeholder untuk mengatasi masalah perempuan agar tidak berbuat pidana.

Masalah utama perempuan yang terlibat kasus pidana sebenarnya soal mental. Selama ini perempuan selalu merasa rendah diri.

Mereka memposisikan sebagai kaum yang lemah. Tidak pernah mau menggali potensi diri untuk melakukan hal-hal yang positif agar bisa survive.

Untuk itu, hal utama yang perlu dilakukan baik kepada perempuan yang menjadi pelaku maupun korban tindak pidana, yakni mengembalikan mentalnya.

Mental perempuan harus di-support bahwa mereka juga bisa berdaya. Setelah itu, memberikan pelatihan keterampilan dan keahlian sebagai bekal menjalani hidup.

Agar anggapan umum selama ini yang menyebut perempuan sebagai kanca wingking (teman di belakang) tidak berlaku.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help