Pemprov Jatim

Gus Ipul: Event Lomba Burung Ungkit Perekonomian dan Pariwisata Jatim

"Bukan tidak mungkin peserta yang berasal dari 20 provinsi ini juga akan menikmati pariwisata yang ada di Jatim," kata Gus Ipul.

Gus Ipul: Event Lomba Burung Ungkit Perekonomian dan Pariwisata Jatim
foto: istimewa
PERKUTUT - Gus Ipul saat acara pembukaan Konkurs Nasional Seni Suara Alam Burung Perkutut dalam rangka Mojopahit Cup, di Stadion Brawijaya, Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Minggu (5/3/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Event nasional seperti lomba burung terbukti ikut ambil bagian dalam mengungkit perekonomian dan pariwisata Jatim.

Banyak peserta datang dari luar provinsi dan tentunya akan meningkatkan okupansi hotel-hotel yang di sekitarnya.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat Pembukaan Konkurs Nasional Seni Suara Alam Burung Perkutut dalam rangka Mojopahit Cup bertemakan Jatim Kondusif, di Stadion Brawijaya, Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Minggu (5/3/2017).

"Bukan tidak mungkin peserta yang berasal dari 20 provinsi ini juga akan menikmati pariwisata yang ada di Jatim," kata Gus Ipul.

Bukan hanya sektor pariwisata, tapi industri kreatif seperti industri sangkar dan pakan burung juga akan ikut menikmati.

"Dua industri tersebut, merupakan contoh yang tidak terpisahkan bagi pecinta burung. Madura menjadi salah satu produsennya. Dengan banyaknya event seperti ini para perajin akan turut naik tingkat kesejahteraannya," ujarnya.

Gus Ipul mengatakan, lomba burung seperti ini juga menjadi bagian dalam menciptakan suasana Jatim yang kondusif.

Lomba burung merupakan ajang untuk saling mempererat hubungan antarkomunitas, peternak maupun masyarakat.

"Dengan silaturahmi, akan menciptakan kedamaian sehingga suasana yang kondusif tercipta di sekitar kita," kata Gus Ipul.

Ia berpesan agar kegiatan serupa lebih banyak diselenggarakan karena merupakan kebutuhan bersama yakni menjaga stabilitas, ketenangan dan kenyaman. Dengan terjaganya ketiga hal itu, pembangunan akan berjalan sesuai rencana.

"Menjadi hal percuma apabila mempunyai uang akan tetapi keamanan dan kenyamanan tidak tercipta. Oleh sebab itu, kegiatan seperti ini harus sering diselenggarakan," tambahnya.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help