Berita Kota Batu

VIDEO - Bom Meledak di Halaman Rumah Sakit Baptis Kota Batu saat Simulasi

Simulasi ancaman bom itu dimaksudkan untuk membangun kesiapsiagaan petugas yang bekerja di RS Baptis Kota Batu.

SURYA.co.id | BATU - Simulasi penjinakan bom oleh Brimob Detasmen B Polda Jatim dilakukan di Rumah Sakit Baptis Kota Batu, Sabtu (4/3/2017).

Akibat simulasi yang berlangsung pukul 9.45 pagi itu, Asmaul Fadillah (27) seorang penjenguk yang membawakan sarapan untuk sanak keluarganya tidak bisa masuk ruangan tempat keluarganya dirawat. Jadwal kunjungan pengunjung di RS Baptis mulai pukul 10.00.

Ia menunggu sekitar sejam sebelum akhirnya bisa masuk. Asmaul mengaku kecewa karena tidak ada pemberitahuaan sejak awal terkait simulasi dari pihak RS Baptis. Simulasi itu mengakibatkan ruangan rawat inap di Gedung B RS Baptis disterilkan.

"Untung saja rumah saya dekat. Kasihan yang rumahnya jauh," kata warga Gangsiran, Kec Junrejo, Kota Batu itu.

Pantauan suryamalang.com di lapangan, ada tujuh orang menanti di luar gedung perawatan. Mereka dihadapng satpam yang berjaga di pintu masuk.

"Maaf tidak boleh masuk. Ada simulasi tunggu selama dua jam," kata satpam itu.

Asmaul yang datang bersama putranya itu pun memilih pulang ke rumah dengan membawa sarapannya. Ia mengatakan, keluarganya sudah di rawat selama empat hari di RS Baptis akibat kecelakaan.

Sementara itu, simulasi yang berlangsung berlatar belakang adanya teror dari telfon orang yang tidak dikenal. Ada bom yang berada di di RS Baptis. Bom di ruang rawat itu dibawa keluar oleh seorang petugas yang mengrnakan Body Armour atau pakaian anti bom. Ada tujuh personil yang bekerja sama menjinakkan bom.

Bom itu memiliki daya ledak rendah dengan kecepatan pembakaran 4500 meter per detik. Tim berhasil menjinakkan bom dan meledakkanya di halaman depan RS Baptis.

"Kami ke sini atas permintaan pihak RS Baptis. Tindakan dari kita pada saat pelaksanaan langsung disterilkan dari manusia dan apapun untuk menghindari kerugiaan nyawa," kata Iptu Sumantri Wibisono Kanit Jibom Detasmen B Brimob Polda Jatim, Sabtu (4/3/2017).

Simulasi itu berlangsung sekitar sejam. Setelah simulasi, pelayanan di RS Baptis berjalan seperti biasa.

Direktur RS Baptis dr Dolly Irbantoro mengatakan RS merupakan salah satu tempat yang memiliki risiko. Satu di antara banyak risiko adalah teror bom. Oleh sebab itu, simulasi itu dimaksudkan untuk membangun kesiapsiagaan petugas yang bekerja di RS Baptis.

"Di samping sebagai bahan akreditasi, juga sebagai kesiapsiagaan sehingga bisa terevakuasi dengan baik dan benar," ujarnya.

Penanganan di RS Baptis memiliki ketentuan tersendiri. Ada peringatan warna merah untuk kebakaran dan teror, kuning untuk jiwa dan hijau untuk hal-hal teknis. Hal itu dilakukan supaya tidak terjadi kepanikan di RS Baptis.

Penulis: Benni Indo
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved