Surya/

Persona

Dewi Lisa Supriastiwi : Masih Rajin Dengar Radio

Bagi Icha, radio masih menjadi acuan untuk tahu selera musik pasar. Karena itu, perempuan cantik ini masih doyan dengar radio sampai kini.

Dewi Lisa Supriastiwi : Masih Rajin Dengar Radio
surabaya.tribunnews.com/Achmad Pramudito
Dewi Lisa Supriastiwi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski di era digital media elektronik seperti radio sudah banyak ditinggalkan masyarakat, ternyata Dewi Lisa Supriastiwi justru masih menjadikan radio sebagai acuannya dalam bermusik.

“Saya perlu dengarkan lagu dari radio. Karena yang mereka putar tentu lagu-lagu yang lagi hits dan banyak di-request pendengarnya,” tutur perempuan yang akrab disapa Icha ini, Sabtu (4/32017).

Ditemui saat memilIh tas tangan di gerai Huraira Leather Bag (HLB) di Jl Jambi 3 Surabaya, Icha mengatakan musik tak bisa dilepas dari aktivitasnya sehari-hari sebagai penyanyi. Icha merasa perlu mengikuti perkembangan musik yang sedang disukai masyarakat.

“Sebab, saat show, tak jarang muncul permintaan lagu-lagu baru jika saya tak ikuti perkembangan pasti akan sering menolak permintaan yang diajukan pengunjung di satu acara. Dan tentu itu sangat mengecewakan,” bebernya.

Hasrat Icha di bidang olah vokal ini sudah muncul sejak kecil. Namun, baru mendapat penyaluran ketika gabung di band sekolah waktu di SMA.

Setelah lulus SMA di Sumenep, Icha lebih suka freelance dari band satu ke band lainnya.

“Waktu lulus kuliah sempat kerja di bank. Tapi setelah enam tahun akhirnya resign dan kembali nyanyi,” begitu papar Sarjana Ilmu Komunikasi UPN Surabaya ini.

Mimpi perempuan kelahiran Sumenep, 5 Juni 1984 ini di dunia tarik suara begitu besar.

“Kalau Tuhan mengizinkan, aku pengin jadi penyanyi profesional yang bawakan lagu sendiri dan punya album,” ucapnya sambil tertawa.

Penggemar menu bebek dan siomay ini menyatakan, dirinya tak pernah membatasi diri pada genre musik tertentu. Bahkan musik dangdut pun berusaha dia kuasai dengan baik.

Alasan utama Icha, karena dia ingin memuaskan pihak yang mengundang saat mengisi pentas.

“Caranya nggak lain adalah berusaha memenuhi semua permintaan. Semaksimal mungkin jangan sampai menolak permintaan yang dilontarkan penonton. Karena itu saya harus ikuti perkembangan lagu yang sedang hits lewat radio, jangan sampai ketinggalan,” tandas bungsu dari dua bersaudara ini.

Tak hanya musik. Perempuan yang rajin renang untuk menjaga staminanya ini mengaku pula bahwa dirinya tak jarang melayani permintaan ‘make over’ wajah orang.

“Tapi, untuk acara wedding masih sebatas penerima tamunya. Belum sampai pada merias pengantin, saya masih perlu belajar banyak,” ujarnya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help