Surya/
Grahadi

Advertorial

Bude Karwo Dapat Apresiasi dari Dekrasnas Atas Perannya Membina Pengrajin

Nina Soekarwo, ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) mendapat apresiasi dari Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas.

Bude Karwo Dapat Apresiasi dari Dekrasnas Atas Perannya Membina Pengrajin
ist/humas pemprov jatim
Istri Menteri Koperasi dan UKM Ny Bintang Puspayoga (kiri) bersama Bude Karwo menyaksikan batik khas Tuban di sela acara ”Sinergi Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dekranas", di Pendopo Kabupaten Tuban, Sabtu (4/3/2017). 

SURYA.co.id | TUBAN - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jatim Dra Hj Nina Soekarwo MSi yang akrab disapa Bude Karwo mendapat apresiasi dari Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Bintang Puspayoga, atas keseriusannya dalam membina pengrajin UKM di Jatim.

Keseriusan itu antara lain terlihat dari berbagai prestasi yang diraih Dekranasda Jatim.

Apresiasi disampaikan Bintang Puspayoga yang juga isteri Menteri Koperasi dan UKM pada acara ”Sinergi Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dekranas, di Pendopo Kabupaten Tuban, Sabtu (4/3/2017).

Apresiasi diberikan Bintang Puspayoga karena keberhasilan pengembangan berbagai sisi terhadap salah satu binaan Dekranasda Jatim, yaitu batik gedog Tuban, baik dari ketersediaan bahan baku, motif, dan ciri khasnya yang unik sampai proses pembuatannya. Dengan demikian, Gedog Tuban punya prospek yang cerah untuk dikembangkan.

Di era pasar bebas ASEAN, gedog Tuban bisa menjadi tumpuan harapan bagi keberlangsungan kain-kain tradisional Indonesia yang tengah menghadapi gempuran.

"Atas apresiasi ini, saya menyampaikan terima kasih," ujar Bude Karwo.

Namun demikian, lanjutnya, apresiasi tersebut juga bermakna harapan agar para pengrajin UKM di Jatim agar lebih meningkatkan produktivitasnya di masa mendatang.

Di bawah kepemimpinan Bude Karwo, berbagai prestasi diraih Dekranasda Jatim. Di antaranya, beragam catatan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) tentang batik. Pada 2011 misalnya, Jatim tercatat memiliki corak batik terbanyak di Indonesia, yaitu 1.120 corak.

Demikian pula, Dekranasda Jatim mencatatkan rekor membuat kipas batik terbesar pada 2012, juga penyusunan replika terbesar Jembatan Batik Suramadu tahun 2013, serta replika ayam batik kisar tahun 2014.

Dalam kesempatan memberikan sambutan, Bude Karwo menjelaskan, kinerja perekonomian Jatim pada 2016 tumbuh sebesar 5,55 persen atau membaik dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 5,44 persen.

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help