Liputan Khusus Taksi Online

Gelar Razia dan Pasang Spanduk Larangan Taksi Online di Bandara Juanda

Petugas memantau keberadaan taksi online lewat aplikasi dan menggelar razia secara langsung di terminal.

Gelar Razia dan Pasang Spanduk Larangan Taksi Online di Bandara Juanda
surya/nuraini faiq
Ilustrasi, kendaraaan roda empat masuk ke area Bandara Juanda. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Humas Angkasa Pura I Juanda, Anom Fitranggono mengatakan, TNI AL mengeluarkan kebijakan larangan terhadap taksi online mangkal di Bandara Juanda. Kebijakan itu berlaku sejak November 2016.

Kebijakan itu lebih pada menjaga ketertiban di Bandara Juanda. ”Kami sudah memasang spanduk larangan terhadap taksi online beroperasi mencari penumpang di Bandara Juanda,” katanya, Kamis (23/2).

Dikatakannya, taksi online hanya diperbolehkan mengantar penumpang saja ke bandara. Tetapi, taksi online tidak diperbolehkan mengambil penumpang di bandara.

Jika ada yang melanggar, maka akan diberi sanksi persuasif dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi.

Kasub Unit Terminal Purabaya Harjo mengatakan, pihaknya juga melarang taksi online mencari penumpang di terminal.

Petugas memantau keberadaan taksi online lewat aplikasi dan menggelar razia secara langsung di terminal.

”Mereka biasanya mangkal di luar terminal. Kami sudah rutin melakukan razia terhadap taksi online,” ujarnya.

Sementara Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko menyatakan, di Stasiun Gubeng dan Stasiun Pasar Turi juga ada larangan terhadap taksi online mencari penumpang. Tetapi larangan itu bukan kebijakan dari PT KAI.

Larangan itu berdasarkan kesepakatan antara sopir taksi pangkalan dan perwakilan sopir taksi online yang dimediasi oleh Polrestabes. ”Kami hanya memfasilitasi saja agar semua tertib,” ujarnya. (M Taufik/Samsul Hadi/Eben Haezer Panca/Aflahul Abidin)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help