Liputan Khusus Taksi Online

Cerita Sopir Taksi Konvensional Mangkal Tunggu Penumpang : Seperti Bersaing dengan Siluman!

Pesaingnya kali ini bukan sesama taksi pelat kuning, tapi mobil pribadi yang tanpa kena pajak dan sebagainya dengan tarif sangat murah.

Cerita Sopir Taksi Konvensional Mangkal Tunggu Penumpang : Seperti Bersaing dengan Siluman!
surya/m taufik
Sopir taksi konvensional menunggu penumpang di Royal Plasa Surabaya, Selasa (28/2/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pesatnya perkembangan taksi berbasis aplikasi online benar-benar dirasakan para sopir taksi konvensional.

Jika dulu mereka bisa setor Rp 500.000 – Rp 700.000 dalam sehari, sekarang ini mendapatkan Rp 300.000 saja sulit.

Padahal, dari setoran Rp 300.000 itu mereka hanya kebagian sekitar Rp 50.000.

Sekitar 30 tahun menjadi sopir taksi, Budi menyebut baru sekarang ini masa paling sulit dalam pekerjaannya.

Jangankan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, sekadar untuk makan dan beli rokok saja, pria yang menjadi sopir taksi sejak tahun 1987 ini mengaku kesulitan.

“Sehari dapat Rp 50.000 saja berat,” keluh sopir taksi warna hijau ini saat ditemui Surya di sela mengantre di pangkalan taksi depan Royal Plaza Surabaya.

Siang itu, Budi masuk ke pangkalan depan pusat perbelanjaan ini sekitar pukul 14.00 WIB.

Tapi sampai pukul 17.00 WIB, dia masih berada di antrean nomor lima di depan pintu utama Royal.

Bukan karena sepi penumpang, tapi puluhan atau bahkan ratusan pengunjung mal cenderung memilih taksi berbasis aplikasi.

Budi dan puluhan temannya pun hanya bisa menjadi penonton ketika mobil-mobil taksi online hilir mudik mengangkut dan menurunkan penumpang di depan mereka.

Halaman
123
Penulis: M Taufik
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help