Persona

Dinda Puspitasari: Mulanya tak Pede Bikin Buku Ilustrasi Fashion, Ternyata Laku 100 Ribu Copy

Dinda Puspitasari mulanya tak percaya diri saat terlibat pembuatan buku Fashion Ilustration. Tak disangka, buku itu malah laris manis.

Dinda Puspitasari: Mulanya tak Pede Bikin Buku Ilustrasi Fashion, Ternyata Laku 100 Ribu Copy
surabaya.tribunnews.com/Achmad Pramudito
Dinda Puspitasari 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menjadi seorang fashion designer memang jadi angan Dinda Puspitasari. Sebab, sejak kecil dia sudah hobi banget menggambar.

Tetapi, saat menentukan pilihan untuk kuliah, perempuan kelahiran Jakarta ini terpaksa melakukan ‘penyimpangan’. Universitas Indonesia Jurusan Advertising terpaksa dipilih lantaran orangtuanya mengingatkan dirinya supaya tidak pilih jurusan yang mahal untuk kuliah.

“Sekolah fashion kan memang mahal ya, makanya aku pilih advertising karena orangtua pesan nggak usah kuliah yang mahal-mahal,” paparnya.

Setelah lulus kuliah, Dinda ternyata tetap terusik untuk belajar pada bidang yang dia minati sejak lama.

“Saya belajar ilustrasi sendiri, dan bisa buktikan bahwa seorang fashion ilustration juga bisa menghasilkan materi asal tahu cara memulainya,” tandas Dinda.

Saat pertama berniat menggambar tubuh orang, Dinda mengaku sempat kebingungan bagaimana cara menggambar bentuk manusia dari berbagai sisi. Dinda memanfaatkan informasi yang tersebar di dunia maya untuk memperdalam pengetahuannya tersebut.

Setelah setiap hari mengasah bakat menggambarnya, Dinda akhirnya terampil menggambar manusia dari berbagai pose dengan baik,

“Setiap hari aku lihat gambar orang lalu aku buat garis bantu. Bahkan sampai sekarang kalau menggambar orang dengan berbagai pose aku tetap pakai garis bantu,” tandasnya.

Menurut perempuan kelahiran 1 November 1989 ini dia baru benar-benar fokus menjadi fashion illustrator pada tahun 2013. Semua hal berbau ilustrasi yang pernah dipelajarinya secara otodidak ternyata tidak sia-sia.

Terbukti hasil karya ilustrasinya kerap diminati orang. Yang membanggakan, Dinda pernah diajak berkolaborasi untuk mendesain buku ilustrasi fashion berjudul 88 Love Life bersama Diana Rikasari.

Buku tersebut sukses di pasaran dan terjual hingga 100.000 kopi lebih. Padahal Dinda sempat pesimistis buku itu bakal direspons masyarakat.

Tak disangka minat masyarakat terhadap fashion sangat tinggi termasuk ingin belajar secara sendiri. Inilah yang membuat buku ilustrasi karya Dinda dan temannya itu laku keras di pasaran.

“Saya makin serius jadi fashion illustrator karena dari situlah kreasi saya bisa dihargai orang. Dan itu membuat saya puas,” katanya.

Dinda makin bangga karena banyak orang yang memesan gambarnya untuk dipasang di produknya.

“Kunci utama adalah tekun latihan setiap hari,” begitu Dinda mencoba berbagi tips suksesnya sebagai fashion illustrator tanpa harus belajar lewat jalur formal. 

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help