Berita Surabaya

VIDEO - Polisi dan Istri Siri Telanjur Divonis Mati, Bandar Sabu Malah Berkelit

AIPTU ABDUL LATIF sudah divonis mati. Ia mengedarkan puluhan kg sabu-sabu dari bandar besar di Nusakambangan. Ini pengakuan si bandar.

SURYA.co.id | SURABAYA - Big boss sabu-sabu (SS) Hadi Sunarto alias Yoyok tetap tidak mengakui pernah kontak dengan Aiptu Abdul Latif, anggota Polsek Sedati, Sidoarjo yang sudah divonis mati.

Yoyok diadili lagi dalam sidang lanjutan atas kepemilikan 13 Kg sabu-sabu, di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (23/2/2016). 

Abdul Latif sebagai saksi dalam sidang tadi mengaku, sebelum kontak dengan Yoyok, terlebih dahulu ditelepon Tri Diah Torrisiah alias Susi. Perempuan ini merasa sebagai pacar Yoyok dan sudah divonis mati tetapi masih proses kasasi. 

Abdul Latif menceritakan hubungannya dengan Yoyok melalui Susi sebagai kurir.

"Saya Yoyok, sudah dikasih tahu nggak sama Susi?" kata Abdul Latif menceritakan ulang ucapan Yoyok saat kontak telepon, di depan majelis hakim yang diketuai Hariyanto.

Hakim anggota, Sigit Sutriono, kemudian menanyakan kartu telepon apa yang dipakai untuk menghubungi Yoyok saat itu (berstatus narapidana di LP Nusakambangan).

"Waktu itu memakai kartu AS. Tapi Yoyok memiliki kartu banyak," jelas Abdul Latif.

Di hadapan majelis hakim, Yoyok mengaku beberapa kali hubungan lewat telepon.

"Telepon dengan Yoyok 2-3 kali. Biasanya kalau akan mengambil barang," paparnya.

Telepon itu biasanya teleconference bertiga antara Yoyok, Tri Diah Torrisiah alias Susi dan Abdul Latif.

Halaman
123
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved