Surya/

Berita Gresik

Satpol PP Pemkab Gresik Tak Berani Turunkan Reklame Bermasalah, Bupati Turun Tangan

Bupati Gresik, Hambali Salim Rudianto, memimpin pembongkaran billboard milik sebuah pengembang apartemen di Gresik. Mengapa bukan Satpol PP?

Satpol PP Pemkab Gresik Tak Berani Turunkan Reklame Bermasalah, Bupati Turun Tangan
surabaya.tribunnews.com/Mohammad Romadoni
Sejumlah pekerja menurunkan billboard milik sebuah pengembang apartemen di Gresik karena dianggap menyalahi aturan, Rabu (22/2/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - Bupati Gresik Dr. H. Sambari Halim Radianto mempimpin langsung pembongkaran billboard (reklame) milik sebuah pengembang apartemen di Jalan Veteran Gresik, Rabu (22/2/2017).

Pembokaran dilakukan karena pemasangan reklame itu terkesan ngawur dan tidak sesuai estetika kota.

Sambari sempat menyayangkan petugas Satpol PP Pemkab Gresik yang tidak berani melakukan penertiban reklame tersebut.

Pihaknya berjanji secepatnya akan mengevaluasi kinerja Satpol PP yang dinilai tidak profesional tersebut.

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Suyono menjelaskan, pihaknya sudah memberikan surat teguran kepada pemilik reklame yang terpasang di atas taman, persis di bawah sutet Jalan Veteran tersebut.

“Sudah lima bulan diperingatkan melalui surat teguran agar segera dibongkar. Namun pihak pengembang tak mengindahkan surat yang dilayangkan tersebut,” terang Suyono, saat ditemui SURYA.co.id di ruang kerjanya.

Tercatat surat teguran itu sudah dilayangkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) kepada pihak pengembang apartemen pada Oktober 2016. Kendati hal itu tidak digubris oleh pihak pengembang.

Puncaknya, Bupati Gresik mengintruksikan Kabid Penindakan Dinas Perizinan dan Penanaman Modal, Johar Gunawan agar mencari orang untuk membongkar reklame yang dinilai tak semestinya dipasang di tempat itu.

Menurut Suyono, pemasangan reklame yang dipasang oleh pengembang itu selain menyalahi estetika juga dinilai banyak menyalahi aturan. Pasalnya, dalam permohonan izin reklame tertulis bahwa billboard tempel tersebut tanpa penerangan atau lampu.

"Pada kenyataan di lapangan reklame tersebut dilengkapi dengan alat penerangan.  Hal itu dinilai menyalahi aturan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan saat ini Bupati Gresik fokus memantau sistem kinerja di masing-masing SKPD, terutama dalam hal pelayanan.

"Pak Bupati ingin pelayanan terhadap masyarakat berjalan maksimal dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tukasnya.

Kepala Subbidang Pelayanan Perizinan Tata Ruang DPM PTSP Pemkab Gresik, Johar Gunawan mengatakan, terkait permasalahan ini pihaknya telah memanggil pihak pengembang untuk memberikan keterangan terkait keberadaan reklame tersebut.

"Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas monitoring terkait penertiban titik reklame bersama Dinas Lingkungan Hidup, DPU dan tata Ruang dan Satuan Polisi Pamong Praja beberapa waktu yang lalu," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help