Properti

Manfaatkan Booming Properti, Gyproc Agresifkan Penjualan Gypsum Untuk Pasar Hunian Vertikal

Industri properti di Indonesia diprediksi mengalami booming pada 2017. Memanfaatkan peluang tersebut, Saint Gobain Construction Product Indonesia akan

Manfaatkan Booming Properti, Gyproc Agresifkan Penjualan Gypsum Untuk Pasar Hunian Vertikal
surabaya.tribunnews.com/Sri Handi Lestari
Managing Director Gyproc Saint-Gobain, Hantarman Budiono, saat menunjukkan partisi drywall kepada konsumen di Surabaya, Jumat (17/2/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Saint-Gobain Construction Product Indonesia membidik peningkatan penjualan produk berteknologi gypsum pada 2017. Tak tanggung-tanggung, peningkatan penjualan itu dibidik mencapai 20 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Peningkatan target penjualan ini, menurut Hantarman Budiono, Managing Director Gyproc Saint-Gobain, mengikuti pertumbuhan industri properti yang diprediksi akan mengalami ledakan pada 2017 hingga beberapa tahun ke depan. 

Dari sekian produk yang dimilikinya, lanjut Hantarman, salah satu produk yang akan digenjot penjualannya untuk mencapai peningkatan penjualan adalah produk Drywall System. Ini adalah sebuah sistem partisi (dinding pembatas ruangan) yang terdiri dari 2 lembar atau lebih papan gypsum. Partisi ini dipasang ke rangka baja ringan dengan menggunakan sekrup khusus. 

"Saat proses pengaplikasiannya tidak menggunakan campuran air, semen, dan pasir. Sehingga disebut drywall," jelas Hantarman akhir pekan lalu. 

Dari peningkatan penjualan yang dibidik, konsumen yang disasar adalah pengembang hunian vertikal yang tumbuh di kota-kota besar, termasuk Surabaya.

Hartaman menyebutkan laju pertumbuhan pasar properti di Surabaya dan sekitarnya, menunjukkan agresivitasnya hingga 2019 mendatang. Puluhan proyek baru, terutama hunian vertikal menjadi pasar yang potensial.

Mengingat dengan teknologi drywall system, ada efisiensi mulai dari materi, dan waktu proses pemasangan dibandingkan dengan dinding tembok batu bata atau batako.

"Bisa hemat bahan bangunan pasir dan semen. Lebih bersih dan tahan lama," ungkap Hartaman.

Won Siew Yee, Marketing Director Gyproc Saint-Gobain menambahkan, perkembangan market Gyproc di Indonesia diimbangi dengan berkembangnya imbas properti.

"Meski di tahun-tahun sebelumnya bisnis properti kerap dinilai menurun, namun tahun 2017 ini diprediksi sebagai momen pergerakan bisnis properti ke arah positif," ungkap Won Siew Yee.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help