Surya/

Persona

Kisah Haru Srikandi Satpol PP saat Menertibkan Perempuan Tua yang Dagang di Pasar Gresik

Sosok srikandi Satpol PP Kabupaten Gresik yang sehari-hari berhijab ini punya pengalaman mengharukan saat meneggakkan Perda. Ini kisahnya...

Kisah Haru Srikandi Satpol PP saat Menertibkan Perempuan Tua yang Dagang di Pasar Gresik
surabaya.tribunnews.com/Mohammad Romadoni
Anis Putri Rahayu, anggota Satpol PP Kabupaten Gresik 

SURYA.co.id | GRESIK - Sosok srikandi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintahan Kota Gresik bernama Anis Putri Rahayu (23), begitu santun dan humanis saat sedang menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Gresik Baru Jalan Gubernur Suryo kala itu.

Gadis asal Wringin Anom Gresik ini selalu sigap dan bertanggungjawab saat mengemban tugas di lapangan.

Alumni SMKN 1 Jetis Mojokerto ini sempat menceritakan pengalaman yang paling berkesan saat menjadi Satpol PP.

Saat itu, dia sedang bertugas untuk menertibkan seorang ibu tua yang melanggar Perda yang berdagang di tempat terlarang di trotoar Pasar Gresik.

Perasaan iba dan kasihan dirasakan oleh dia, saat melihat kondisi ibu pedagang sayuran dan hasil laut yang akan ditertibkannya itu.

Anis Putri Rahayu pun trenyuh. Suasana hatinya tak karuan saat pedagang perempuan tua itu menuturkan ke dirinya berdagang di tanah Allah dan mencari rezeki halal apa tidak boleh?

"Saya iba dan sebenarnya kasihan melihat ibu itu. Tapi mau gimana lagi, beliau sudah disediakan tempat untuk berdagang di dalam stan pasar. Namun lebih memilih berdagang di trotoar jalan," terang Anis Putri Rahayu saat dijumpai SURYA.co.id di Kantor Satpol PP Pemkab Gresik, Jumat (17/2/2017).

Anis panggilan akrabnya menjelaskan sesuai Perda tata Kota Gresik melarang setiap orang untuk berdagang di daerah terlarang.

"Di dalam hati kecil Saya merasa kasihan melihat mereka, Nyesek rasanya. Namun bagaimana lagi ini sudah pekerjaan saya menenggakan Perda," ungkap gadis yang phobia makanan rawon ini.

Setiap menjalankan tugas dari atasannya itu, pihaknya selalu menekankan sikap sabar dan humanis saat menghadapi masyarakat di lapangan.

"Sesekali kalau berhadapan dengan pedagang wanita, Saya sempat teringat ibu yang berdagang di rumah. Saya selalu merasa kasihan sama mereka, tapi demi penegakan Perda hal itu terpaksa Kami lakukan," pungkasnya.

Sebagai anggota Satpol PP pihaknya selalu bersikap profesional meski harus berhadapan dengan masyarakat yang sempat menolak untuk digusur.

"Yang penting niat Saya tulus bekerja sesuai kode etik dan sesuai arahan atasan Saya," tandasnya.(don)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help