Surya/

Hukum Kriminal Surabaya

Ketagihan Sabu, Residivis Sikat Motor, saat Ditangkap Polisi Berlagak Kesurupan ternyata . . .

MENGGUNAKAN KUNCI T, tersangka Y sebagai pengambil dengan cara merusak rumah kunci motor dipakrir di depan rumah korban

Ketagihan Sabu, Residivis Sikat Motor, saat Ditangkap Polisi Berlagak Kesurupan ternyata . . .
surya/fatkhul alami
Tersangka M Ridwan (tengah) menutupi wajahnya dengan tangan saat di Mapolsek Tegalsari Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Unit Reskrim Polsek Tegalsari Surabaya membekuk seorang pemuda yang menggasak motor.

Pemuda itu, M Ridwan (22), asal JI Kedondong Kidul Surabaya yang menyikat motor Honda Beat warna putih L 6947 TT milik Bagus Busono, warga Kampung Malang Surabaya.

Dalam menjalankan aksinya, Ridwan yang sehari-harinya bekerja sebagai cleaning cervise ini tidak sendirian. Dia bersama temannya berinsial Y kini buron.

Menggunakan kunci model T, tersangka Y sebagai pengambil dengan cara merusak rumah kunci motor yang dipakrir di depan rumah korban. Selanjutnya, tersangka Ridwan membawa motor curian.

“Saat membawa motor korban keluar rumah, dipergoki korban yang langsung berteriak maling," sebut Kapolsek Tegalsari Kompol Noerijanto, Jumat (17/2/2017).

Nah, teriakan maling dari warga ternyata didengar anggota Unit Reskrim Polsek Tegalsari yang sedang kring serse wilayah.

Anggota langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengejaran terhadap pelaku. Ridwan akhirnya ditangkap, sedang tersangka Y kabur dengan sepeda motor yang dibawanya.

Noerijanto menuturkan saat dilakukan penangkapan ternyata terangka Ridwan bertingkah aneh.

Dia langsung berguling-guling seperti korban kesurupan. Tapi itu cuma pura-pura supaya mengelabui petugas.

"Tersangka juga mengaku masih anak-anak. Setelah dicek ke Bapas (Balai Pemasyarakatan), ternyata tersangka sudah dewasa kelahiran 1995. Dia juga residivis kasus narkoba dan dipenjara selama empat tahun sejak tahun 2013 di Pamekasan dan saat itu usia pelaku baru 18 tahun," terang Noerijanto.

Tersangka Ridwan mengaku, dirinya pura-pura kesurupan dan mengaku anak-anak supaya menghindari penangkapan petugas dan tidak mendapat hukuman berat.

"Saya ingin hukuman ringan sehingga mengaku masih anak-anak. Saya sudah melakukan pencurian motor dua kali, sebelumnya mencuri motor di Simo," aku tersangka Ridwan.

Dia menuturkan, rencana hasil penjualan motor curian bakal dibagi berdua berama Y dan dipakai membeli sabu.

"Saya ketagian memakai sabu, sehngga mencuri," tutur tersangka Ridwan.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help