Persona

Begini Cara Sosialita di Surabaya Seimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat

Bagi sosialitas macam Yesie Chiolina Wijaya, hidup harus seimbang antara urusan dunia dan akhirat. Bagaimana caranya? Ini yang dilakukan Yesie.

Begini Cara Sosialita di Surabaya Seimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat
surabaya.tribunnews.com/Achmad Pramudito
Yesie Chiolina Wijaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dalam hidup, urusan dunia dan akhirat mesti seimbang. Prinsip itulah yang setidaknya dipegang oleh Yesie Chiolina Wijaya.

Di tengah aktivitas arisan bulanan bersama sosialita, Yesie tak lupa menyisihkan uangnya untuk beramal.

Bahkan untuk urusan yang satu ini dia membagi dalam beberapa ‘kantong’, yang dikeluarkan setiap tahun, bulan, ataupun tiap minggu dan harian.
“Kalau yang tahunan kan sudah pasti untuk Hari Raya Kurban dan Idul Fitri,” begitu ungkapnya.

Sedang yang bulanan, adalah dana yang disisihkan untuk keperluan mendadak seperti ketika ada teman sedang mengalami sakit atau pun mengalami kecelakaan.

“Atau bahkan ketika ada ibu teman yang sedang sakit pun kami pasti berkunjung bersama dan memberikan bantuan,” bebernya.

Untuk yang mingguan dan harian, Yesie lebih sering menyalurkan ke masjid.

“Jumlahnya tidak mesti sama, tergantung yang ada di dompet berapa,” urai perempuan kelahiran Jombang, 21 April 1987 ini.

Yesie bersyukur selama ini kebersamaan dengan teman-teman yang tergabung dalam organisasi yang diberi nama ‘Jamu Gendong’ ini tetap kompak. Wadah ini diakui bermula dari para karyawan yang tergabung di paguyuban yang diberi nama ‘Sales East Java by Aston’.

Setelah banyak karyawan tak lagi gabung di perusahaan yang sama, ternyata kebersamaan mereka tak bisa dipisahkan begitu saja.

“Karena itu namanya lalu diganti ‘Jamu Gendong’, sebab anggotanya kebanyakan badannya sudah ‘oversize’,” tuturnya sambil tertawa.

Setiap bulan mereka memilih tempat untuk bertemu dan berbagi tentang banyak hal, khususnya terkait pekerjaan yang mereka geluti.

“Maintenance relationship dengan teman-teman hotel itu penting. Kami sering berbagi informasi tentang update hotel-hotel, dan juga bisnis perhotelan,” imbuh Assistant Brand & Business Manager Yello Hotel ini.

Soal tempat bertemu, lanjut Yesie, selalu berpindah-pindah dan tak harus mahal. Karena soal menu mereka cenderung memilih snack ketimbang menu makanan berat.

“Kalau banyak yang bisa gabung dari kawasan Surabaya pusat, ya di daerah itu kami pilih tempat yang nyaman dimana. Begitu pula jika yang bisa datang kebanyakan dari Surabaya barat, kami akan pilih lokasi terdekat di sekitar situ,” tandas anak kedua dari empat bersaudara ini.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help